Hari Kesehatan Sedunia

Hari Kesehatan Sedunia di Tengah Corona: Terima Kasih Perawat

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 10:50 WIB
Di tengah pandemi Covid-19, Hari Kesehatan Sedunia dijadikan momentum untuk menghargai kerja keras para tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan wabah. Ilustrasi. Di tengah pandemi Covid-19, Hari Kesehatan Sedunia dijadikan momentum untuk menghargai kerja keras para tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan wabah. (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selamat Hari Kesehatan Sedunia!

Hari ini, Selasa (7/4), dunia memperingati World Health Day. Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, momen ini dijadikan saat yang tepat untuk mengucapkan terima kasih pada jajaran perawat dan bidan yang telah berperan dalam menjaga dunia tetap sehat.

Mengutip situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perayaan World Health Day kali ini memiliki tagline yang berbunyi 'Support nurses and midwives' atau 'Dukung perawat dan bidan'. Tagline ini dimaksudkan untuk menghargai perjuangan jajaran tenaga medis yang telah menempatkan diri mereka dalam risiko dengan menjadi garda terdepan penanganan pandemi Covid-19.


Pada momen yang sama, WHO akan menyoroti kondisi keperawatan di dunia saat ini. WHO dan mitra akan membuat serangkaian rekomendasi untuk memperkuat tenaga keperawatan dan kebidanan.

"Ini akan sangat penting jika kita ingin mencapai target kesehatan nasional dan global, kesehatan ibu dan anak, penyakit menular dan tidak menular, kesiapsiagaan serta darurat bencana," tulis WHO.

Secara global, 70 persen tenaga keperawatan dan kebidanan dipegang oleh kaum perempuan. Perawat dan bidan memainkan peran penting dalam merawat pasien di mana pun, termasuk dalam situasi wabah seperti pandemi Covid-19.

WHO mencatat, banyak negara perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan agar perawat tak ubahnya tenaga profesional lain. Negara harus memastikan keamanan perawat dan tenaga medis lainnya saat bekerja.

Ya, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, sejumlah perawat di berbagai negara mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD), termasuk di Indonesia. Kondisi ini membuat para perawat berisiko tertular infeksi virus corona dari pasien yang dirawatnya.

Hari Kesehatan Sedunia sendiri mulai diperingati sejak 1950 silam. Peringatan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran masyarakat dunia akan kesehatan.

Selama 50 tahun terakhir, Hari Kesehatan Sedunia mengangkat beragam masalah kesehatan seperti kesehatan mental, kesehatan ibu dan anak, serta dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.

Pada 2020 ini, Hari Kesehatan Dunia diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang melanda. Mulai menyerang sejak Desember 2019 lalu, hingga kini tercatat sebanyak 1.249.107 kasus positif infeksi virus corona di dunia. Sebanyak 67.999 di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara 256.059 lainnya dinyatakan sembuh. (asr/asr)

[Gambas:Video CNN]