Pandemi Corona, Dunia Terancam Krisis Kondom

tim, CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 22:22 WIB
Pandemi Corona, Dunia Terancam Krisis Kondom Kemungkinan lonjakan bayi corona bukan hanya gara-gara karantina. Tapi semua negara di dunia terancam mengalami krisis kondom. ( Istockphoto/phanasitti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Virus corona membuat banyak orang terpaksa berdiam diri di rumah. Di masa karantina ini pasangan menghabiskan lebih banyak waktu bersama daripada biasanya. Tiba-tiba, mereka memiliki peluang lebih besar untuk hal-hal yang mungkin merosot ke bagian bawah daftar prioritas mereka - seperti seks.

Hal ini diduga bakal menimbulkan ledakan bayi Covid-19. Namun karantina bukan satu-satunya penyebab lonjakan. Kekurangan kondom di seluruh dunia bisa terjadi, kata produsen kondom terbesar dunia, Karex Bhd Malaysia.

Perusahaan yang membuat satu dari setiap lima kondom secara global, terpaksa menghentikan produksinya selama lebih dari seminggu setelah pemerintah memberlakukan lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona baru. Selama masa ini, tidak ada satu pun kondom yang diproduksi di salah satu dari tiga pabrik Malaysia Karex Bhd, lapor The Guardian, yang mengakibatkan kekurangan 100 juta kondom.


"Ini akan membutuhkan waktu untuk memulai pabrik dan kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan pada setengah kapasitas," kata kepala eksekutif, Goh Miah Kiat dikutip dari Health.


"Kita akan melihat kekurangan global kondom di mana-mana, yang akan menakutkan. Kekhawatiran saya adalah bahwa untuk banyak program kemanusiaan ... di Afrika, kekurangannya tidak hanya dua minggu atau sebulan. Kekurangan itu bisa berlangsung berbulan-bulan."

Itu tidak hanya terjadi di Malaysia; selama wabah COVID-19 baru-baru ini di Cina, banyak pabrik ditutup dan pekerja diminta untuk tinggal di rumah atau mengurangi jam kerjanya. Saat ini, banyak pemasok kontrasepsi Tiongkok masih belum kembali ke kapasitas penuh.

Chris Purdy, CEO nirlaba DKT International, penyedia global besar keluarga berencana, pencegahan HIV / AIDS juga sudah mengalami dampak coronavirus pada ketersediaan kondom dan kontrasepsi lain di seluruh dunia.

"Kami menduga ada keterlambatan jadwal produksi dan pengiriman," katanya Purdy.

"Program kami di Myanmar melaporkan kekurangan kondom. Di Mozambik, kami mengantisipasi kekurangan kondom, karena waktu pengiriman dari pabrik kami di Malaysia berlipat dua dari dua menjadi empat bulan."


Dia juga mengungkapkan ada peningkatan pengawasan dan permintaan dokumen atas produk yang datang dari negara lain yang mengakibatkan keterlambatan dalam persetujuan izin.

"Di Uganda, keterlambatan dan komplikasi pengiriman dari Asia dapat menyebabkan DKT tidak memiliki kondom untuk dijual saat kami menunggu dua kontainer tiba. Dan di Mesir, pengiriman kondom dan IUD DKT sekarang dikarantina selama 18 hari sebelum dirilis."

:Di negara-negara di mana persediaan tidak dikelola dengan baik, situasi kehabisan persediaan di minggu-minggu mendatang mungkin terjadi." (chs)

[Gambas:Video CNN]