Mengenal Meningitis, Penyakit yang Diduga Diidap Glenn Fredly

tim, CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 21:00 WIB
Glenn Fredly Deviano Latuihamallo atau akrab disapa Glenn Fredly berpulang hari ini (8/4). Dia dikabarkan memiliki masalah radang selaput otak atau meningitis. Glenn Fredly Deviano Latuihamallo atau akrab disapa Glenn Fredly berpulang hari ini (8/4). Dia dikabarkan memiliki masalah radang selaput otak atau meningitis.(ANTARA FOTO/Regina Safri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Glenn Fredly Deviano Latuihamallo atau akrab disapa Glenn Fredly berpulang hari ini (8/4). Kabar meninggalnya penyanyi sekaligus penulis lagu ini dikonfirmasi oleh sejumlah teman dekat Glenn termasuk penyanyi Tompi.

"Telah berpulang saudara kami, Glenn Fredly, malam ini. Mohon dimaafkan semua salahnya. Dia yang selalu hadir menggerakkan kita semua," ujar Tompi melalui pesan Whatsapp.

Glenn dikabarkan meninggal karena radang selaput otak atau meningitis. Ini merupakan infeksi yang terjadi pada sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat terjadi ketika cairan di sekitar meninges (selaput membran yang melapisi sistem saraf pusat) terinfeksi.


Melansir dari Web MD, kasus meningitis bisa terjadi akibat bakteri, virus dan jamur.



Meningitis virus adalah yang paling umum dan menyebabkan 85 persen kasus. Meningitis virus lebih umum terjadi selama musim panas. Penyakit ini umumnya bisa hilang tanpa pengobatan.

Sedangkan meningitis bakteri disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu dan bersifat menular. Jika tidak ditangani, kondisi ini akan berujung fatal. Sebanyak 5-40 persen kasus pada anak dan 20-50 persen kasus pada orang dewasa berujung kematian.

Meningitis akibat infeksi bakteri bisa mengancam nyawa dan bisa menular antarmanusia jika terjadi kontak satu sama lain. Meningitis akibat infeksi virus cenderung tidak parah dan pada kebanyakan kasus, pasien bisa sembuh sendiri tanpa perawatan. Sedangkan meningitis akibat infeksi jamur terbilang jarang. Ini biasanya terjadi pada orang yang sistem imunnya lemah.

Jika disebabkan oleh jamur maka disebut meningitis jamur. Meningitis ini terbilang langka. Meningitis ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh dan menyebar dari aliran darah ke otak atau sumsum tulang belakang.

Jenis berdasar penyebab yang terakhir adalah meningitis parasit. Meningitis ini disebabkan oleh parasit yang ditemukan di dalam tanah, tinja, dan pada beberapa hewan seperti siput, ikan mentah, dan unggas.

Meningitis parasit ditularkan dari orang ke orang. Meningitis amebic--salah satu dari meningitis parasit--menjadi yang paling mengancam jiwa.

Jika mengalami infeksi, akan timbul gejala seperti kebingungan, demam, sakit kepala, mati rasa pada muka, sensitif terhadap cahaya, leher kaku, mual dan muntah.

Pada meningitis yang disebabkan bakteri umumnya disertai pula dengan area kulit berwarna ungu yang menyerupai memar.

Selain karena infeksi bakteri, jamur dan virus, ada sejumlah faktor risiko lain. Melansir dari Mayo Clinic, faktor risiko lain antara lain disebabkan oleh:

* Melewatkan vaksinasi. Orang yang tidak divaksin komplet di masa kecil atau saat dewasa berisiko tinggi terinfeksi.


* Usia. Kebanyakan kasus meningitis akibat infeksi virus muncul di usia anak-anak di bawah 5 tahun. Sedangkan meningitis akibat infeksi bakteri banyak terjadi di usia di bawah 20 tahun.

* Tinggal di lingkungan komunal. Mereka yang tinggal di satu tempat bersama-sama dengan kelompok besar berisiko mengalami meningitis seperti anak asrama, personel militer atau anak yang tinggal di pesantren. Ini kemungkinan karena bakteri menyebar lewat pernapasan dan menyebar dengan cepat dalam kelompok.

* Kehamilan. Ibu hamil rentan terkena listeorisis atau infeksi akibat bakteri listeria yang juga bisa mengakibatkan meningitis. Listeriosis meningkatkan risiko keguguran, kelahiran mati dan lahir prematur.

* Masalah sistem imun. Gangguan pada sistem imun membuat orang rentan mengalami meningitis. Ini bisa dialami mereka yang diabetes, terinfeksi HIV/AIDS, pecandu alkohol, atau mengonsumsi obat yang bersifat immunosuppressant.


(els/chs)

[Gambas:Video CNN]