Kamis Putih,Perjamuan Terakhir dan Perayaan Keteladanan Yesus

tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 15:40 WIB
Kamis Putih,Perjamuan Terakhir dan Perayaan Keteladanan Yesus ilustrasi perjamuan terakhir (iStockphoto/sedmak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamis (9/4) umat Katolik akan merayakan perayaan Ekaristi Kamis Putih. Kamis Putih adalah perayaan awal Tri Hari Suci.

Namun perayaan Kamis Putih tahun ini berbeda dari biasanya. Jika biasanya Kamis Putih dirayakan bersama-sama di Gereja dan sebagian besar umat akan menggunakan baju berwarna putih, kali ini berbeda. Umat tak bisa berkumpul dan merayakan Ekaristi bersama-sama di Gereja melainkan mengikuti misa online baik secara streaming ataupun di televisi dan mematuhi imbauan pemerintah untuk beribadah dari rumah demi memutus rantai penyebaran virus corona.

Meski demikian, hal ini tak akan mengurangi makna sakral Kamis Putih.


Kamis putih sendiri memiliki makna perjamuan terakhir yang dilakukan Yesus dan murid-muridNya sebelum Yesus dikhianati, ditangkap, dan diadili.

Kamis Putih dirayakan tak hanya sekadar jadi tanda bahwa esok adalah Jumat Agung. Di sini, Yesus memberikan jejak teladan yang amat besar. Dia membasuh kaki para murid. Menurut sekretaris Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (Komkat KWI), Fransiskus Emanuel da Santo, saat itu hanya pelayan atau hamba yang membasuhkan kaki. Namun Yesus yang menyandang predikat sebagai Guru malah menanggalkan segala kehormatannya dan membasuh kaki para murid.


Ini bukan aksi demi sensasi. Jika dibayangkan di masa sekarang, Yesus pun tidak melakukannya demi konten berita atau media sosial. Fransiskus berkata apa yang dilakukan Yesus jadi tanda agar umat juga berani dan rela melepas kemelekatan seperti nama, kehormatan, gelar juga kuasa untuk mau melayani.

"Dan diakhir tindakan itu, Yesus minta, "supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Ku perbuat kepadamu". Itu berarti kita juga harus berbuat seperti yang Yesus perbuat," tulis Fransiskus dalam laman resmi Komkat KWI.


Di kesempatan ini pula Yesus menyerahkan diri seutuhnya. Dia diceritakan membagi-bagikan roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah-Nya. Perayaan Ekaristi juga sebagai cara umat mengenang perjamuan kudus.

"Dalam keheningan malam ini, kita mempersatukan diri kita, keluarga kita, hidup kita bersama Yesus dalam perjamuan bersama-Nya, kita pun mohon rahmat dan berkat-Nya agar walau dalam kerinduan tanpa batas kita boleh bersama menikmati perjamuan Tuhan, perjamuan kasih, perjamuan keselamatan," pungkasnya. (els/chs)

[Gambas:Video CNN]