Salah Diagnosis, Wanita Inggris Bolak-balik ke Toilet 53 Kali

tim, CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 01:51 WIB
Young beautiful woman having painful stomachache.Chronic gastritis. Abdomen bloating concept. llustrasi radang usus.( Istockphoto/spukkato)
Jakarta, CNN Indonesia -- Trudi Stonard (37), warga West Midlands, Inggris, beruntung bisa selamat dan tetap hidup setelah salah diagnosa penyakit yang membuatnya bolak-balik ke toilet 53 kali dalam sehari.

Mulanya, Stonard mengalami sakit perut yang parah bak terbakar pada Desember 2014. Saking parahnya, menyantap keripik saja bisa membuatnya kesakitan.

Dikutip dari Mirror, dokter sempat mendiagnosis penyakitnya sebagai sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS). Namun, ibu dua anak ini takut kalau penyakitnya jauh lebih serius setelah dia mengalami perdarahan setelah makan satu gigit ayam cepat saji.


"Bahkan saya pernah ke toilet sampai 53 kali sehari," aku dia.

Hal ini membuat berat badannya turun drastis, dari sebelumnya 61,23 Kg menjadi 35,8 Kg. Putranya, Leonard, yang sekarang berusia 7 tahun, bahkan menolak untuk mendekatinya karena Stonard "tak bisa dikenali".

"Berat badan saya turun terus menerus," katanya. "Yang paling menyedihkan adalah ketika anak laki-laki saya tak mau mendekati saya dan bilang kalau saya bukan ibunya. Itu menyedihkan," imbuh dia.

Infografis 7 Wabah Penyakit yang Meneror DuniaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Dokter kemudian berusaha untuk mengambil sampel darinya. Namun, tempat tidurnya sudah dipenuhi tumpahan darah.

"Saya merasa sangat buruk dan nyaris tak bisa bangun dari tempat tidur," ungkapnya.

Dua minggu kemudian, dia melakukan pemeriksaan kembali termasuk colposcopy. Stonard pun didiagnosa dengan ulcerative colitis atau peradangan pada usus besar.

Ia kemudian memutuskan untuk menjalani operasi untuk mengangkat bagian ususnya dan menggantinya dengan tas stoma di Rumah Sakit New Cross, Wolverhampton, pada Februari 2015. Operasi untuk mengeluarkan isi perutnya itu berlangsung selama enam jam.

Hanya dalam 10 pekan, kondisinya membaik dari terancam jiwanya menjadi "on fire".

Mengutip Metro, ia dinyatakan hamil tiga bulan setelah operasi itu. Padahal, dokter sebelumnya menyatakan akan sulit hamil akibat kondisinya itu.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK