Mulanya, Stonard mengalami sakit perut yang parah bak terbakar pada Desember 2014. Saking parahnya, menyantap keripik saja bisa membuatnya kesakitan.
Dikutip dari Mirror, dokter sempat mendiagnosis penyakitnya sebagai sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS). Namun, ibu dua anak ini takut kalau penyakitnya jauh lebih serius setelah dia mengalami perdarahan setelah makan satu gigit ayam cepat saji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kenali Faktor Risiko Kanker Usus Besar |
Hal ini membuat berat badannya turun drastis, dari sebelumnya 61,23 Kg menjadi 35,8 Kg. Putranya, Leonard, yang sekarang berusia 7 tahun, bahkan menolak untuk mendekatinya karena Stonard "tak bisa dikenali".
"Berat badan saya turun terus menerus," katanya. "Yang paling menyedihkan adalah ketika anak laki-laki saya tak mau mendekati saya dan bilang kalau saya bukan ibunya. Itu menyedihkan," imbuh dia.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Saya merasa sangat buruk dan nyaris tak bisa bangun dari tempat tidur," ungkapnya.
Dua minggu kemudian, dia melakukan pemeriksaan kembali termasuk colposcopy. Stonard pun didiagnosa dengan ulcerative colitis atau peradangan pada usus besar.
Lihat juga:10 Penyakit yang Menyerang Milenial |
Hanya dalam 10 pekan, kondisinya membaik dari terancam jiwanya menjadi "on fire".
Mengutip Metro, ia dinyatakan hamil tiga bulan setelah operasi itu. Padahal, dokter sebelumnya menyatakan akan sulit hamil akibat kondisinya itu.
(chs)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian