13 Tahun Berlalu,Ilmuwan Masih Penasaran Tanam 'Durian Botak'

tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2020 20:29 WIB
buah durian Setelah fenomena durian botak muncul di Indonesia pada 2007 lalu, para ilmuwan dan ahli botani masih mencari jalan untuk 'menghadirkannya' kembali. ( iStockphoto/Picnote)
Jakarta, CNN Indonesia -- Durian terkenal karena dua hal, aroma kuat dan juga duri di kulitnya. Bicara soal aroma, ada orang yang suka dan ada yang benci.

Orang-orang juga mendeskripsikan buah durian sebagai buah berbau seperti kentut, kaus kaki, dan lainnya. Sedangkan soal durinya, banyak orang yang ogah makan buahnya karena durinya, atau sebaliknya, berjuang menghadapi duri sebelum mencicipi daging buahnya.

Mungkin banyak orang berharap kalau durian tak lagi berduri sehingga buahnya bisa dimakan dengan mudah. Apalagi buah durian gundul alias durian botak ini bukannya tak mungkin ada.


Satu dekade lalu, sebuah durian botak yang langka ditemukan di Indonesia. Namun sampai saat ini, para ilmuwan sampai saat ini belum bisa menjelaskan bagaimana durian gundul tanpa duri ini bisa muncul.

Durian tanpa duri ini pertama kali muncul pada 2007 di Lombok. Saat itu, satu buah durian botak muncul bersamaan dengan durian lainnya yang 'normal.' Karena bentuknya yang 'ajaib' tak ada yang berani memakannya.



Musim durian selanjutnya, muncul kembali durian botak dari pohon tersebut. Salah seorang anaknya memutuskan untuk mencicipinya dan ternyata rasanya sama seperti durian pada umumnya, dan tak beracun.

Mengutip South China Morning Post, ahli botani Gregori Garnadi Hambali mengungkapkan hal ini mungkin muncul karena mutasi alam atau gen resesif.

"Peluang terjadinya sangat kecil, hanya satu dari sejuta," kata Hambali.

Meski mengambil stek dari pohon durian yang sama, namun kantor pertanian setempat membutuhkan waktu 12 tahun lebih untuk mendapatkan hasil yang mereka cari, si durian botak.

"Terima kasih Tuhan. Dari 50 pohon, satu akhirnya menghasilkan buah durian botak. Orang tidak lagi menyebut durian botak sebagai bohong, "kata Maisin, kepala inspeksi dan sertifikasi benih di provinsi Nusa Tenggara Barat.

Maisin menjelaskan bahwa hanya dua persen bunga di pohon durian berubah menjadi durian botak. Sisanya layu dan mati, atau tak menghasilkan buah sama sekali. '



Dari 50 cangkok yang diambil pada tahun 2007, kantor pertanian provinsi telah mampu menghasilkan lebih dari 23.000 bibit. Banyak yang telah dikirim ke provinsi lain untuk ditanami, tetapi tidak ada buah yang dihasilkan oleh pohon yang tumbuh dari bibit tersebut yang ternyata botak.

Ahli botani dari Kebun Buah Mekarsari juga mengambil cangkokan untuk ditanam. Pada 2019, ia telah berhasil menanam 1.000 bibit. Namun, tidak ada buah yang mereka hasilkan yang botak.



Fakultas Pertanian Universitas Mataram juga telah mencoba untuk menyebarkan kelangkaan durian yang halus, tetapi tidak berhasil dalam empat tahun percobaan.

"Jika durian botak ini bersifat genetik, kita mungkin dapat memproduksi buah secara massal dengan metodologi kultur jaringan," kata Muhammad Sarjan, seorang profesor dari Universitas Mataram.

"Tapi, jika itu mutasi, tidak ada yang bisa kita lakukan."

Thailand yang juga dikenal dengan duriannya pun pernah punya durian tanpa duri. Tapi saat itu, duri-duri ini hanya dipangkas oleh penjualnya agar lebih mudah dibawa. Durian tanpa duri milik Rattanarungrueng ini bukanlah hasil rekayasa genetik. Di perkebunan durian Thailand, durian ini tumbuh seperti biasa, lengkap dengan durinya.

Hanya saja Rattanarungrueng memiliki ide lain untuk membuat durian jadi lebih 'aman' dibawa. Dia pun memiliki ide untuk memangkas duri dari kulit durian sampai habis.

"Pelanggan datang untuk membeli durian untuk dibawa pulang tetapi duri membuat perjalanan mereka merepotkan," ujarnya, dikutip dari Coconuts. (chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK