Mengajarkan Anak Soal Corona Lewat Dongeng

tim, CNN Indonesia | Minggu, 03/05/2020 19:33 WIB
Ilustrasi Anak Membaca buku Dongeng bisa digunakan sebagai sarana belajar, berinteraksi, sekaligus hiburan bagi anak-anak di tengah pandemi yang membatasi aktivitas mereka.(robarmstrong2/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya orang dewasa, situasi pandemi virus corona (Covid-19) juga mendatangkan masa-masa sulit bagi anak.

Penularan virus corona yang terbilang masif dan cepat melalui droplet atau air liur menjadikan hampir seluruh negara di dunia menerapkan kebijakan pembatasan pergerakan. Salah satu peraturannya adalah menjaga jarak fisik atau physical distancing dengan orang-orang.

Kebijakan itu menjadikan banyak negara menutup tempat publik, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga meliburkan sekolah. Orang-orang juga diminta untuk berdiam diri di rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan serta bepergian jika bukan karena alasan darurat.


Anak pun jadi tidak bisa dengan bebas belajar dan bermain bersama teman-teman mereka selama masa pandemi ini. Tak sedikit anak yang merasa bosan berdiam diri hingga harus belajar sendiri di rumah. Situasi ini pun tak sedikit membuat anak-anak merasa tidak tenang dan kebingungan.

Menurut salah satu pendongeng profesi, M. Ariyo Zidni, bercerita bisa dijadikan cara bagi para orang tua, guru, dan pengasuh untuk pelan-pelan menjelaskan situasi pandemi ini kepada anak-anak.


Ariyo menuturkan mendongeng bisa digunakan sebagai sarana belajar, berinteraksi, sekaligus hiburan bagi anak-anak di tengah pandemi yang membatasi aktivitas mereka.

"Anak-anak pada dasarnya suka dengan cerita. Ini membuat mereka lebih mudah mengerti akan suatu hal. Apalagi soal pandemi virus corona ini di mana banyak istilah dan peraturan yang kompleks untuk dimengerti anak. Mendongeng bisa dijadikan sarana untuk menjelaskan situasi sulit ini kepada mereka," kata Ariyo dalam jumpa pers virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (3/5).

Berdasarkan survei Forum Anak Nasional pada akhir Maret lalu, mayoritas dari ratusan responden anak mengerti situasi wabah corona dan setuju bahwa gerakan berdiam diri di rumah sangat penting.

Namun, hasil survei yang sama memaparkan bahwa hampir 60 persen anak-anak merasa tidak terlalu senang dengan kondisi karantina dan proses belajar di rumah.

Data survei juga menunjukkan bahwa 30 persen dari anak-anak tersebut merasa ragu atau tidak percaya terkait informasi situasi corona yang mereka terima.

Ariyo menuturkan peran keluarga terutama orang tua menjadi sangat krusial bagi anak-anak di tengah pandemi ini. Sebab, orang tua menjadi satu-satunya guru sekaligus teman anak selama sekolah diliburkan karena pandemi.

Untuk itu, menurut Ariyo penting agar menjaga mood anak agar tetap senang dan ceria meski harus setiap hari berada di rumah. Ia menganggap mendongeng bisa menjadi alternatif bagi para orang tua untuk menyampaikan informasi yang harus dimengerti anak di tengah situasi ini seperti kenapa penting mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain, dan berdiam diri di rumah.


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan baru-baru ini Organisasi PBB untuk Anak-Anak (UNICEF) juga meluncurkan buku cerita berjudul My Hero is You. 

Buku cerita yang dikembangkan UNICEF bersama berbagai kelompok psikososial anak di seluruh dunia itu bercerita terkait situasi pandemi corona. Bintang menuturkan ide buku tersebut diilhami dari pengalaman lebih dari 1.700 responden yang terdiri dari anak-anak, orang tua, pengasuh, hingga guru di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dalam menghadapi dampak wabah corona.

"Buku ini diharapkan bisa menjadi solusi para orang tua agar bisa menjelaskan kepada anak-anak terkait masa-masa sulit ini dengan cara yang lebih mudah dimengerti sekaligus menghibur," kata Bintang.

(rds/chs)

[Gambas:Video CNN]