Israel Isolasi Antibodi Virus Corona untuk Dikembangkan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2020 11:14 WIB
Petugas medis mengamati sampel darah dari pekerja yang mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Aula Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Kemnaker melakukan rapid test COVID-19 terhadap 1000 pekerja dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional sebagai bentuk kepedulian pemerintah saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras. Ilustrasi. Israel telah mengisolasi antibodi virus corona untuk dikembangan sebagai pengobatan Covid-19. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga penelitian Israel, Biological Research Institute menyatakan telah mengisolasi antibodi virus corona yang bisa digunakan untuk pengobatan Covid-19.

Peneliti masih menguji coba antibodi corona di dalam cawan Petri di laboratorium yang dikelola Kementerian Pertahanan Israel. Isolasi berarti telah memisahkan antibodi dan siap dikembangkan untuk tahap berikutnya.

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengumumkan bahwa lembaga tersebut sudah mengisolasi antibodi corona pada Senin (4/5) malam. Temuan awal ini diklaim sebagai yang terbaik di dunia, meski hasil akhir berupa obat-obatan masih membutuhkan waktu berbulan-bulan lagi.


"Pada tahap berikutnya, para peneliti akan mendekati perusahaan internasional untuk memproduksi antibodi pada skala komersial," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan dikutip dari Times of Israel.

Lembaga ini menyatakan, antibodi tersebut merupakan yang pertama di dunia yang mampu mencapai tiga parameter. Pertama, antibodi yang menghancurkan virus. Kedua, menargetkan virus corona secara khusus dan ketiga bersifat monoklonal atau mampu mengikat satu epitop saja. Epitop merupakan area tertentu pada molekul antigenik yang mengikat antibodi.

"Sejauh yang kami ketahui, menurut publikasi ilmiah komprehensif dari seluruh dunia, Biological Research Institute adalah yang pertama di dunia yang mencapai terobosan ini dalam tiga parameter secara bersamaan," bunyi pernyataan resmi dari lembaga itu.

Lembaga ini kini tengah berupaya mengajukan paten untuk antibodi corona. Setelah mendapatkan paten dan persetujuan, penelitian akan dilanjutkan hingga mendapatkan obat untuk virus corona. Penelitian ini hanya fokus pada obat dan tidak menggunakan antibodi tersebut untuk mengembangkan vaksin.

Bantuan teknologi bakal digunakan untuk mempersingkat penemuan obat. "Terobosan teknologi siap digunakan untuk mempersingkat proses, yang akan berlangsung selama beberapa bulan," kata lembaga itu.

Israel tak jadi satu-satunya negara yang menguji antibodi. Tercatat terdapat sekitar 100 penelitian pengembangan obat dan vaksin corona di seluruh dunia. Kendati demikian, hingga saat ini, masih belum diketahui pasti hasil pasti dari berbagai uji coba tersebut. (ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]