Kisah Nabi

Kisah Nabi Daud dan Napak Tilas Muasal Puasa Daud

Tim, CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 17:03 WIB
ilustrasi puasa Ilustrasi. Dari kisah Nabi Daud, salah satu yang bisa diteladani adalah kesungguhannya dalam bertobat yang diwujudkan dengan puasa berselang-seling. (iStockphoto/Zeferli)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nabi Daud AS diutus memberi peringatan pada Bani Israel yang hidup dalam kesesatan sepeninggal Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Nabi Daud AS adalah seorang yang pemberani dan taat beribadah. Salat dan puasa Nabi Daud merupakan ibadah terbaik yang patut diamalkan.

"Salat yang paling dicintai Allah adalah salat Daud. Dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Daud tidur separuh malam dan bangun pada sepertiganya, dan tidur lagi seperenamnya. Ia juga puasa sehari dan berbuka sehari (sehari tidak berpuasa)," hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari & Muslim.

Ketaatan dan keberanian Daud sudah tampak sejak kecil. Saat sedang menggembala, Daud berani melawan hewan buas yang mengganggu hewan ternak miliknya.


Keberanian Daud membuat Raja Thalut mengajaknya ikut berperang melawan Raja Jalut dan pasukannya yang berjumlah lebih banyak. Raja Jalut dikenal juga dengan Goliath dan pasukan Filistin.


Daud yang masih berusia belasan tahun ikut berperang tanpa dibekali senjata besi. Ia hanya menggunakan ketapel. Atas izin Allah, Daud berhasil membunuh Jalut.

"Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut," firman Allah surat Al-Baqarah 251.

Sejak saat itu, Daud menjadi orang yang dekat dengan Thalut. Daud selalu ikut dalam setiap peperangan dan selalu memenangkannya.

Daud pun mengambil alih kerajaan yang dipimpin oleh Thalut.

"... kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya," firman Allah surat Al-Baqarah 251.

Daud menjadi raja sekaligus menjadi nabi Allah. Dalam beberapa riwayat disebutkan kerajaan Nabi Daud merupakan yang paling kuat di dunia. Kerajaan Nabi Daud bahkan di jaga oleh 40 ribu pasukan.

Peziarah mendaki Jabal Nur (Bukit Cahaya) menuju Gua Hira, di Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Sabtu (4/5/2019) dini hari. Gua Hira merupakan tempat untuk pertama kalinya Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)


Dalam menyiarkan kebenaran dan agama Allah, Nabi Daud diberikan sejumlah mukjizat. Nabi Daud dikarunia suara yang merdu. Suara itu dapat membuat burung hingga gunung ikut bertasbih bersama Daud.

Nabi Daud juga pandai berbahasa binatang. Selain itu, Nabi Daud bisa melunakkan besi dengan tangan kosong. Nabi Daud juga diberikan kitab Zabur oleh Allah SWT.

Nabi Daud juga merupakan nabi yang bertanya kepada Allah ke mana arah kiblat. Kala itu Nabi Daud membangun Baitul Maqdis, saat ini Al Aqsa sebagai arah kiblat untuk salat. Ini merupakan asal mula terdapat kiblat untuk salat. Kemudian arah kiblat diganti Baitul Haram di Mekkah di masa Nabi Muhammad SAW.

Pada suatu ketika, Nabi Daud AS dikisahkan menyukai seorang perempuan yang telah bersuami. Kala itu Nabi Daud memerintahkan suaminya untuk ikut berperang. Sang suami lalu gugur dalam berperang.

Nabi Daud lalu menikahi perempuan tersebut. Namun, rasa bersalah menyelimuti Nabi Daud.

Rasa bersalah itu membuat Nabi Daud bertobat kepada Allah dengan melakukan puasa yang berselang-seling yakni sehari puasa dan sehari tidak. Puasa inilah yang hingga kini dikenal dengan puasa Daud.

"Nabi Daud merasa bersalah akhirnya mohon ampun lewat puasa," kata Pengasuh Taman Belajar Al-Afifiyah KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com.


Nabi Daud meninggal dunia di usia 100 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis. Kerajaannya dilanjutkan oleh anaknya yang juga merupakan nabi yang patut diimani, Nabi Sulaeman AS.

Dari kisah Nabi Daud AS terdapat sejumlah hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik. Nabi Daud merupakan sosok pemberani yang tak takut melawan kejahatan. Dia juga merupakan pemimpin yang bijaksana.

Kekhusukan salat dan puasa Nabi Daud layak diamalkan hingga saat ini. Nabi Daud merupakan orang yang istikamah terhadap ibadahnya kepada Allah SWT. (ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]