Perjuangan Mendaki Jabal Nur Demi Menggapai Gua Hira

CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2020 03:40 WIB
Muslim pilgrims walk up Jabal al-Noor or 'Mountain of Light' overlooking the holy city of Mecca on October 21, 2012. Over two million Muslims from around the world are expected to perform the upcoming Hajj or pilgrimage.  AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINE (Photo by FAYEZ NURELDINE / AFP) Pemandangan dari puncak Jabal Nur di Makkah. (FAYEZ NURELDINE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jabal an-Nur atau Jabal Nur ialah gunung yang berada dekat Kota Makkah, Arab Saudi. Arti namanya dalam bahasa Indonesia ialah gunung cahaya.

Berbeda dengan pegunungan di Indonesia yang semarak akan flora, Jabal Nur dikelilingi padang pasir nan tandus.

Gunung ini menjadi lokasi Ghar Hira atau Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.


Wahyu tersebut berupa lima ayat surat Al-Alaq.

Nabi Muhammad menerima wahyu tersebut saat berusia 40 tahun dan pada tanggal 17 Ramadhan.

Gua Hira memiliki panjang 3,7 meter dan lebar 1,60. meter. Gua ini berada di ketinggian 270 meter di punggung Jabal Nur.

Gua Hira tidak besar, hanya muat dua sampai tiga orang saja sekali masuk, jadi harap bersabar menunggu giliran berdoa di dalamnya.

Saat musim umrah dan haji, Jabal Nur bisa dikunjungi hingga 5.000 umat Muslim yang melakukan ziarah, meski bukan masuk agenda ibadah.

Demi mencapai puncak Jabal Nur yang setinggi 640 meter diperlukan perjuangan yang relatif berat, karena medannya yang terjal dan menanjak.

Meskipun telah dibangun anak tangga, namun tetap diperlukan fisik yang prima untuk bisa sampai di puncaknya.

Tapi dalam kisah-kisah sahabat nabi, diceritakan kalau istri Nabi Muhammad, Khadijah, yang telah berusia 50 tahun tak kenal lelah turun naik gunung untuk mengantarkan makanan selama suaminya merenung di dalam Gua Hira.

Peziarah bermunajat di Gua Hira, Jabal Nur (Bukit Cahaya), Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Sabtu (4/5/2019) dini hari. Gua Hira merupakan tempat untuk pertama kalinya Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.Suasana di dalam Gua Hira. (ANTARA FOTO/Aji Setyawan)

Setidaknya perlu waktu hampir dua jam untuk mendaki Jabal Nur.

Di sepanjang pendakian ada beberapa titik istirahat yang bisa digunakan.

Jangan kaget dengan kehadiran pengemis yang membalas pemberian uang kita dengan bahasa Indonesia setelahnya.

Tak perlu berlama-lama istirahat sebelum mencapai di kaki gunung, karena sesampai puncaknya ada banyak penjual minuman dan makanan.

Bagi yang tidak kuat mendaki tak perlu memaksa naik ke atas puncak. Cukup berdoa sambil menikmati pemandangan sekitar dari kaki gunung rasanya sudah lengkap.

Umat Muslim yang sedang umrah atau haji bisa menyambangi Jabal Nur dan Gua Hira dengan naik taksi atau angkutan umum dari Masjidil Haram.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)