Sumatera Barat Gelar Simulasi Kunjungan Turis Era New Normal

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 10:13 WIB
Pengunjung beraktivitas di kawasan Saribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Solok Selatan, Sumatra Barat, Sabtu (31/3). Masyarakat Nagari (desa adat) Koto Baru menghibahkan 38 rumah gadang kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan guna mendukung rencana revitalisasi kawasan cagar budaya Saribu Rumah Gadang. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/kye/18. Ilustrasi. Wisatawan di di kawasan Saribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Solok Selatan, Sumatra Barat. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyatakan tempat wisata di daerahnya belum dibuka secara total, meski akan diterapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau normal baru (new normal).

"Pembukaan tempat wisata akan dibuka secara bertahap jika sudah berlakku fase new normal," kata Anne seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (2/6).

Ia mengatakan untuk tahap awal nantinya akan dibuka terlebih dahulu wisata kuliner, disusul tempat wisata lainnya.


Anne lanjut mengatakan penerapan AKB di daerahnya juga masih menunggu keputusan beserta petunjuk teknisnya.

Jika sudah buka secara bertahap, pihaknya akan tetap mewajibkan protokol kesehatan.

Selain tempat wisata, jika AKB diterapkan sejumlah pusat perbelanjaan dan pertokoan di Purwakarta juga akan dibuka kembali.

"Sekarang ini sedang dipersiapkan penerapan AKB dengan menerapkan protokol keehatan secara ketat," katanya.

Menurut dia, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan sebelumnya mampu menekan penularan COVID-19. Tapi di 

Sumatera Barat gelar simulasi new normal

Sementara itu, Dinas Pariwisata Sumatera Barat telah menggelar simulasi kedatangan wisatawan dengan menjalankan protokol kesehatan sesuai kebijakan yang diwajibkan dalam era new normal.

"Kami simulasikan dan dokumentasikan sebagai acuan bagi wisatawan serta pelaku usaha pariwisata di Sumbar bagaimana standar protokol kesehatan yang wajib dipenuhi saat era new normal," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (2/6).

Simulasi tersebut digelar dengan skenario dua orang warga Sumatera Barat yang selama ini tinggal di Jakarta hendak pulang kampung.

Penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, jaga jarak, hingga kewajiban mencuci tangan dilakukan dua warga tersebut juga oleh petugas bandara, rumah makan, objek wisata, sampai hotel yang ditemui.

Menu prasmanan di hotel juga ditiadakan demi menghindari antrean. Sebagai gantinya, tamu memesan dari mejanya.

Menu berbentuk buku juga ditiadakan dan diganti dengan menu digital berupa scan barcode menggunakan telepon pintar.

"Kita berharap simulasi ini bisa menunjukkan bahwa Sumbar siap untuk menerima kunjungan wisatawan kembali setelah hampir dua bulan vakum. Namun, wisatawan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19," kata Agung.

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]