Mengenal Ebola yang Kembali Mewabah di Kongo

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 11:59 WIB
A health worker puts on his personal protective equipment (PPE) before entering the red zone of a MSF (Doctors Without Birders) supported Ebola Treatment Centre (ETC), where he will check up on patients on November 6, 2018 in Bunia, Democratic Republic of the Congo. - The death toll from an Ebola outbreak in eastern Democratic Republic of Congo has risen to more than 200, the health ministry said on November 10, 2018. (Photo by John WESSELS / AFP) Ilustrasi. Ebola yang kembali merebak di Kongo menular melalui kontak darah atau cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi virus. (John WESSELS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah Ebola kembali merebak di Republik Kongo di tengah pandemi infeksi virus corona. Menteri Kesehatan Kongo, Eteni Longondo telah mengonfirmasi bahwa Ebola telah menewaskan empat orang di negaranya.

Ebola (EVD) telah menjadi epidemi di timur negara itu dan mengakibatkan 2.280 orang kehilangan nyawa sejak tahun 2018. Wabah ini merupakan yang ke-11 di Kongo.

Awal Ebola diidentifikasi pada tahun 1976 di Equater yang saat itu dikenal sebagai Zaire. Sejak tahun 2014, Ebola telah menewaskan 11 ribu orang terbanyak di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.


Dilansir dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Ebola termasuk dalam keluarga virus Filoviridae. Kelelawar buah diperkirakan menjadi inang alami virus Ebola yang kemudian menular melalui kontak darah dan sekresi atau cairan tubuh lainnya dari hewan yang terinfeksi seperti kelelawar buah, simpanse, gorila, monyet, kijang hutan, atau landak.

Tidak hanya dari hewan, Ebola juga dapat menular ke sesama manusia melalui kontak langsung. Cara penularan virus Ebola dapat terjadi sebagai berikut:
- melalui kulit yang rusak atau selaput lendir
- darah atau cairan tubuh seseorang yang terjangkit virus Ebola
- benda yang terkontaminasi dengan cairan tubuh (darah, tinja, muntah) dari pasien virus Ebola
- petugas kesehatan yang terinfeksi dari pasien dengan dugaan Ebola
- ASI dari si ibu yang terjangkit Ebola akut

Health workers help an unconfirmed Ebola patient into her bed inside a MSF (Doctors Without Borders) supported Ebola Treatment Centre (ETC) on November 3, 2018 in Butembo, Democratic Republic of the Congo. - The death toll from an Ebola outbreak in eastern Democratic Republic of Congo has risen to more than 200, the health ministry said on November 10, 2018. (Photo by John WESSELS / AFP)Ilustrasi. Wabah Ebola kembali merebak di Kongo di tengah pandemi infeksi virus corona. (John WESSELS / AFP)

Gejala Virus Ebola

Seseorang yang terinfeksi tidak dapat menyebarkan penyakit sampai mengalami gejala. Gejala seseorang pasien yang terjangkit virus Ebola sebagai berikut:
- demam
- kelelahan
- nyeri otot
- sakit kepala
- sakit tenggorokan
- muntah
- diare
- gejala gangguan fungsi pada ginjal dan hati
- dalam beberapa kasus terdapat pendarahan internal dan eksternal (melalui gusi atau tinja)
- dari temuan laboratorium, sel darah putih dan trombosit mengalami penurunan drastis dan enzim hati meningkat

Apabila memiliki gejala tersebut, seorang pasien wajib melakukan masa inkubasi selama 2 sampai 21 hari.

Vaksin Virus Ebola

Vaksin rVSV-ZEBOV telah terbukti dapat digunakan sebagai vaksin untuk mencegah penularan virus Ebola. Vaksin ini merupakan hasil eksperimen yang dilakukan di Guinea pada tahun 2015.

Vaksin ini telah melibatkan 11.841 orang, di antaranya 5.837 orang yang menerima vaksin tidak mengalami gejala virus Ebola selama 10 hari atau lebih. (auz/asr)

[Gambas:Video CNN]