Mengenali Jenis Pangan yang Aman di Tengah Pandemi Corona

tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 13:02 WIB
Aktivitas gerai makanan cepat saji McDonald's, kompleks pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Jumat (8/5/2020). Gerai pertama McDonald's di Indonesia yang telah beroperasi hampir 30 tahun itu akan tutup permanen pada 10 Mei 2020 dikarenakan pihak manajemen gedung Sarinah akan merenovasi dan mengubah stategi bisnis. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono. Ilustrasi: BPOM menambahkan protokol kesehatan dalam pedoman manajemen peredaran pangan demi mencegah penyebaran virus corona di tengah pandemi. (Foto: CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah pandemi virus corona (SARS-CoV-2), bahan pangan aman menjadi salah satu yang penting diperhatikan demi mencegah penyebaran virus penyebab Covid-19. Sebab dengan memastikan bahan pangan aman maka potensi transmisi virus pun bisa diminimalkan.

Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah Deputi Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Emma Setyawati menjelaskan, pangan aman berarti pangan yang bebas dari tiga cemaran. Ketiganya antara lain cemaran biologi, cemaran kimia dan, cemaran fisik.

"Nah, virus itu sebenarnya cemaran biologi. Tapi, sekarang ini, virus ini bukan foodborne disease, tidak ditularkan dari makanan. Cuma, dia bisa hidup di inang yang juga hidup. Ini kan berarti dari tangan ke tangan, dari droplet dan seterusnya," terang Emma dalam konferensi pers daring di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (6/3).



Untuk itu BPOM pun telah menambahkan protokol kesehatan dalam pedoman manajemen peredaran pangan. Panduan ini menjadi acuan dari mulai proses produksi hingga distrubusi olahan pangan.

Para pelaku di tataran produsen hingga distributor wajib menjalankan protokol kesehatan mulai dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan menggunakan air dan sabun selama 20 detik, hingga tertib menjaga jarak fisik.

"Sama saja, ketika di produksi juga begitu, jangan sampai desak-desakan di saran produksinya. Kemudian pakailah masker, bahkan pakai penutup rambut, sarung tangan di tempat produksi," tutur Emma.

"Ketika mengantarkan juga demikian. Jangan sampai tersentuh langsung pangannya, ada kemasan primer, sekunder, tersier. Yang bisa disentuh ini kemasan tersiernya, yang kedap, yang tidak membuat keringat masuk dan menempel. Itu yang ada tambahan di buku tersebut," ia melanjutkan.

Pedagang jajanan buka puasa atau Takjil di Jalan Bendungan Hilir (Benhil)  terlihat sepi penjual dan juga masyarakat yang membeli juga tidak banyak. Jakarta.  Jumat (24/4/2020). Dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB DKI Jakarta, tertulis Pasal 10 ayat (3) yang berisi kewajiban pelaku usaha di sektor usaha penjualan makanan dan minuman, berisi aturan untuk membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang, melalui pemesanan secara daring, dan atau dengan fasilitas telepon atau layanan antar. CNN Indonesia/Andry NovelinoIlustrasi: Kemasan makanan penting diperhatikan dalam salah satu rantai manajemen peredaran pangan. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)


Oleh karenanya, pelaksanaan dan penerapan pedoman dengan tambahan protokol kesehatan itu tak hanya bisa dilakukan sendiri oleh BPOM. Lembaga pengawas makanan dan obat juga meminta pelbagai pihak mulai dari produsen, distributor hingga konsumen sama-sama mengecek keamanan bahan pangan.

"BPOM tak mungkin sendiri, ada produsen, distributor yakni pihak pengantaran. Maka kami membuat satu buku [pedoman] untuk distribusi pangan olahan ... ada tambahan aturan protokol kesehatan untuk memastikan produksi, distribusi sampai ke konsumen aman," pungkas Emma.

Adapun tips keamanan pangan bagi pedagang atau penjual makanan berdasar buku pedoman "Serba Covid-19" yang dikeluarkan BPOM, di antaranya:
1. Pastikan saat berjualan, tubuh dalam kondisi sehat.
2. Jangan lupa menggunakan masker.
3. Pastikan makanan yang dijual aman dan selalu dalam keadaan tertutup.
4. Hindari penggunaan stapler untuk mengikat wadah pembungkus.
5. Hindari penggunaan koran dan kertas bekas.
6. Gunakan sarung tangan atau penjepit untuk mengambil kue.
7. Selalu rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.
8. Jaga jarak dari orang lain termasuk pembeli minimal 1 meter.
9. Jajanan dibungkus atau ditutup dengan kemasan yang bersih. (NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]