5 Tips Memulai Hidroponik untuk Pemula

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 13:14 WIB
Organic Hydroponic Fillie Iceburg leaf lettuce vegetables plantation in aquaponics system Ilustrasi. Teknik menanam hidroponik mendadak digemari di tengah masa pandemi. (boonsom/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa karantina mandiri membuat banyak orang melirik aktivitas berkebun. Salah satunya dengan teknik hidroponik yang membantu banyak orang menghalau rasa bosan.

Pegiat hidroponik, Ika Ardhi melihat bahwa penjualan bibit tanaman meningkat hingga 2-3 kali lipat di masa pandemi ini.

"Orang berusaha menyalurkan kebosanan dengan mulai menanam. Masih belum ke arah situ [penyediaan bahan pangan secara mandiri], sekadar mengisi waktu luang," kata Ardhi pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


Hidroponik sendiri merupakan teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa tanah. Hidroponik menekankan pada pemenuhan nutrisi pada tanaman.

Tertarik menanam tanaman dengan hidroponik? Ardhi tak segan memberikan beberapa tips memulai hidroponik untuk Anda.

1. Mulai dengan peralatan sederhana
Gengsi terkadang membuat seseorang ingin tampil maksimal dengan membeli berbagai perlengkapan mahal. Di pasaran, Anda bisa menemukan berbagai 'starter kit' hidroponik dari yang sederhana hingga yang serius.

Tapi, sayangnya Ardhi melihat banyak orang yang gagal saat bertanam hidroponik dan menyerah serta meninggalkan peralatan yang telah dibelinya hingga tak terpakai.

Untuk itu, Ardhi menyarankan Anda untuk menggunakan peralatan yang sederhana. Lebih baik lagi jika memanfaatkan beberapa peralatan yang ada di rumah.

"Mending dari yang murah, memanfaatkan limbah botol, baskom nasi, styrofoam bekas makanan. Mulai dari yang kecil. Kalau gagal dan menyerah, enggak terlalu buang duit," imbuhnya.

Petani sayur mayur dengan sistem hidroponik mengemas hasil pertaniannya di kawasan perkebunan Tunas Baru Hidroponik di Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (4/4/2020). Sejak pemerintah menetapkan darurat kesehatan wabah COVID-19, petani mengaku penjualan sayur mayur hidroponik meningkat drastis dengan mampu meraup omzet Rp600 ribu per hari dan kebanyakan pembeli memesan melalui jasa ojek daring agar tetap tetap berada di rumah. ANTARA FOTO/Jojon/wsj.Ilustrasi. Pilih tanaman dengan perawatan yang mudah dan bisa dikonsumsi untuk memulai aktivitas hidroponik. (ANTARA FOTO/JOJON)

2. Bergabung di forum
Tak perlu malu. Anda bisa bergabung dengan sejumlah forum dan komunitas pegiat hidroponik yang tersebar di media sosial. Anda bisa belajar dan menimba informasi dari mereka yang telah lama bergelut dengan hidroponik. Anda juga tak perlu segan untuk bertanya.

3. Pemilihan tanaman yang mudah
Untuk memulai, Anda bisa memilih tanaman yang tak terlalu sulit untuk dirawat. Ardhi menyarankan untuk memilih tanaman yang mudah dan sering dikonsumsi. Seseorang, lanjut dia, umumnya akan tertarik saat tanaman yang ditanam nantinya bisa dikonsumsi sendiri.

Contoh kecil adalah tanaman sawi. Sawi adalah salah satu tanaman sayur yang perawatannya tak terlalu sulit. Sawi juga bisa dimanfaatkan untuk beragam masakan atau sebagai pelengkap mi instan.

4. Pilih area yang terkena sinar matahari langsung
Area kos atau kontrakan sempit? Tak masalah. Untuk hidroponik, Ardhi menekankan pentingnya area yang mendapatkan sinar matahari secara langsung paling tidak selama tiga jam penuh.

"Kalau bisa full seharian [terkena sinar matahari], tapi kalau tidak memungkinkan, ya, paling tidak 3 jam. Misal di pagar, itu yang kena sinar. Nah, selama aman dari hama, ayam tetangga, taruh saja di pagar," ujarnya.

5. Tanaman steril
Biasanya orang cepat menyerah dengan hidroponik karena tanaman membusuk saat direndam air. Untuk itu, Ardhi menyarankan agar Anda membersihkan pangkal batang tanaman dengan sempurna.

Sebagai contoh adalah sisa daun bawang yang dijadikan bibit. Jika area sekitar akar kurang bersih, maka tanaman akan membusuk.

"Selama menyemai, paling enggak dibersihkan, lapisan terluar dikupas. Itu, kan, ada pangkal, perbatasan pangkal, dan batang, jangan sampai terendam air terlalu banyak," jelas Ardhi. (els/asr)

[Gambas:Video CNN]