Corona Masih Meningkat, GWK Hingga Gili Bersiap Tarik Turis

CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 05:19 WIB
Petugas membersihkan area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang sepi pengunjung di Badung, Bali, Sabtu (21/3/2020). Pemprov Bali mengeluarkan seruan untuk menutup sementara kegiatan kunjungan di obyek wisata di seluruh Bali sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 atau Virus Corona. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/hp. Salah satu sudut kompleks GWK, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat kasus Covid-19 masih terus meningkat, sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Bali, bersiap membuka tempat wisatanya dengan sejumlah persyaratan protokol kesehatan dengan dalih new normal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Bali, I Wayan Adi Arnawa mengatakan pihaknya berencana kembali membuka berbagai destinasi wisata di wilayahnya saat new normal.

"Dari hasil pantauan, Badung cukup siap dalam menyongsong new normal ini," ujar Sekda Adi Arnawa di Mangupura, Badung, Sabtu (6/6) dikutip dari Antara.


Untuk memastikan kesiapan sektor pariwisata, pihaknya juga telah meninjau Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Pandawa, kawasan Pura Uluwatu, pusat perbelanjaan Beachwalk Shopping Center, serta kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Nusa Dua.

"Kelihatannya sudah siap menyongsong new normal. Mudah-mudahan yang lain juga sama seperti itu," katanya.

Sekretaris Asosiasi Perusahaan Agen Perjalanan Wisata (ASITA) Bali, I Putu Winastra, menyebut pihaknya menargetkan bisa menjaring wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam saat new normal.

"Protokol tersebut akan diterapkan pada setiap sektor pariwisata antara lain transportasi, akomodasi, restoran, dan seluruh objek pariwisata," katanya.

Protokol telah disiapkan berdasarkan "customers journey" yang fokus terhadap tiga hal utama yaitu kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Infografis 8 Kemungkinan ‘New Normal’ di Dunia WisataFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Wisatawan, kata dia, harus memenuhi berbagai persyaratan sebelum berangkat ke Bali, seperti surat pernyataan bebas Covid-19, rencana tujuan perjalanan, tanggal kedatangan.

Kemudian juga protokol saat wisatawan tiba di bandara, saat melakukan aktivitas tur hingga kembali ke bandara untuk penerbangan kembali ke negara asal. Semua akan dijalankan dengan SOP protokol kesehatan yang baik.

"Untuk awal kita memang akan fokus ke pasar domestik, namun ketika pasar internasional telah dibuka kita mengharapkan wisatawan dari negara-negara terdekat seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam," kata dia.

Senada, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Aryo Hanggono menyebut Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) KKP Kupang, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan sejumlah protokol new normal di Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara.

"Saya mengharapkan konsep-konsep yang sudah didapatkan dari berbagai sumber, termasuk melalui rapat virtual yang digelar KKP dapat menjadi masukan dalam penerapan protokol new normal hingga level pelaksanaan teknis di lapangan," kata Aryo melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (6/6).

Diketahui, perairan Gili Matra dengan luas 2.954 hektare merupakan salah satu kawasan konservasi perairan nasional yang dikelola oleh KKP melalui BKKPN Kupang.

Aryo menyebut wisata bahari di Taman Wisata Perairan Gili Matra selama 10 bulan terakhir meraup Rp3,5 Miliar, dengan jumlah aktivitas wisata diving 35.621 pengunjung, domestik maupun luar negeri yang didominasi para pelancong dari Eropa, Amerika, Australia dan Asia.

Kepala BKKPN Kupang Ikram M. Sangadji memastikan Gili Matra berada di zona hijau penyebaran Covid-19.

Infografis Aturan New Normal Ritel dari KemenkesFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Terpisah, Pemerintah Kota Banda Aceh berencana membuka kembali sejumlah destinasi wisata favorit pada pekan depan.

"Destinasi wisata yang indoor (dalam) ruangan, kita harapkan minggu depan ini sudah bisa kita buka," kata Kepala Dispar Kota Banda Aceh, Iskandar di Banda Aceh, Sabtu (6/6).

Ia mengklaim tingkat penyebaran Virus Corona di wilayahnya landai akibat kesadaran warga kota yang meningkat.

Ia mengaku, pihaknya telah menata sejumlah tempat wisata, di antaranya Taman Meuraxa, Taman Kuliner Ulee Lheue, PLTD Apung, dan Kapal di Atas Rumah agar tetap terjaga selama masa pandemi, sehingga memberi rasa nyaman dan nyaman bagi pengunjung ketika dibuka kembali.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio mengajak industri pariwisata menerapkan protokol kesehatan untuk menyambut new normal.

"Protokol kesehatan hingga keamanan, nantinya menjadi perhatian wisatawan. Kami terus bekerja keras untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menyiapkan protokol kesehatan dalam rangka mempercepat pemulihan sektor pariwisata," kata dia, bulan lalu.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menyebut pentingnya membangun kepercayaan untuk dapat memulihkan sektor pariwisata yang sempat surut terdampak Covid-19.

Menurut dia, setidaknya ada tiga kunci terkait protokol normal baru di dunia wisata, yakni Kebersihan, Kesehatan, dan Keamanan.

[Gambas:Video CNN]
"Implementasi protokol dimaksud mengacu kepada gugus tugas dan akan melalui beberapa tahapan 'pra-kondisi', yaitu edukasi, sosialisasi, dan simulasi. Dalam pelaksanaannya, daerah akan menyiapkan manajemen krisis dalam monitoring dan evaluasi," ujarnya.

Sementara, kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia masih mengalami peningkatan. Pada Sabtu (6/6), jumlah totalnya mencapai 30.514 kasus, dengan 9.907 orang di antaranya sembuh dan 1.801 lainnya meninggal dunia.

(tst/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]