Gugus Tugas Persilakan Zona Kuning Menuju New Normal

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2020 00:15 WIB
Simulasi new normal yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. Menanggapi rencana berakhirnya PSBB dan dibukanya kembali sejumlah tempat wisata di Jakarta, TMII menyiapkan sejumlah protokol kesehatan lengkap bagi para pengunjung dan karyawan, diantaranya, wajib menggunakan masker, pengecekan suhu, menyiapkan klinik kesehatan di sejumlah titik, menyediakan tempat cuci tangan, dan membatasi jumlah pengunjung hingga 50%. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi penerapan new normal. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan daerah yang termasuk sebagai zona kuning Virus Corona dapat mulai menerapkan tatanan hidup baru atau new normal.

Diketahui, setidaknya ada empat kategori wilayah terkait Covid-19. Yakni, zona hijau yang berarti daerah tanpa Corona, zona kuning artinya penyebaran Covid-19 rendah, zona oranye menandakan daerah dengan risiko sedang, zona merah berarti wilayah dengan penyebaran Corona tinggi.

"Daerah-daerah yang statusnya menjadi kuning, risikonya rendah, silakan saja melanjutkan menuju ke normal baru atau new normal," ujar Doni dalam jumpa pers usai rapat terbatas, Kamis (4/6).

"Darah yang masih merah, kasusnya masih tinggi ya jangan dulu," imbuh dia.

Soal rincian daerah zona kuning ini, Doni berencana mengumumkannya pada pekan depan. Namun, katanya, ini masih bisa berubah seiring perkembangan kasus Corona di wilayah tersebut.

Untuk penerapan new normal di zona hijau, Doni menyebut itu tergantung kesiapan masing-masing wilayah.

"Zona hijau kapan dimulai tergantung kesiapan daerah. Kalau bupati, wali kota telah melalui tahapan, koordinasi dengan tokoh-tokoh, masyarakat siap, kepala daerah bisa membuka," katanya.

Infografis Aturan New Normal Ritel dari KemenkesFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Kendati demikian, Doni juga tak mempermasalahkan apabila daerah yang sudah zona hijau belum mau menerapkan new normal. Menurutnya, kewenangan sepenuhnya berada di pemerintah daerah.

"Kita dari pusat memberikan arahan supaya daerah juga punya semangat tinggi menjaga lingkungannya tapi juga harus tetap memperhitungkan potensi masyarakat yang kehilangan pekerjaan," jelasnya.

Salah satu daerah yang masuk zona hijau adalah Kabupaten Kepulauan Anambas, yang berada di wilayah Laut Natuna Utara. Meski begitu, warga tetap memberlakukan protokol kesehatan.

"Meskipun daerah ini masih zona hijau, saya gembira karena masyarakat yang menyambut kami tadi pakai masker, suhu kita kita semua diukur, dan jarak tetap dijaga," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, dalam kunjungannya ke Anambas, melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (4/7)

Ia juga meminta pemda tetap menjaga ketat lalu lintas orang yang bisa menjadi media pembawa Virus Corona.

"Saya dan pak Mendagri tadi bicara dengan Pak Bupati. Saya ingatkan bahwa virus corona ini serangannya cepat dan tak terlihat, jadi supaya sungguh-sungguh menjaga lalu lintas orang yang masuk keluar agar Anambas tetap (di zona) hijau," kata Mahfud.

Terpisah, Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersiapkan kebijakan menyangkut protokol kesehatan menyambut new normal di berbagai tempat, seperti destinasi wisata, perkantoran, lembaga pendidikan.

"Protokol wajib itu ada tiga hal, yakni jaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker. Semua akan berlaku," jelas Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, R. Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta, Kamis (4/6).

[Gambas:Video CNN]
"Tentu ada sanksi bagi para pelanggarnya," imbuh dia.

Sanksi tersebut, kata Aji, berupa sanksi administratif maupun sanksi sosial dan bukan berupa pidana.

"Intinya, new normal itu kondisi biasa tetapi kita waspada terhadap Covid-19," tegas Aji.

Pihaknya juga berencana mengundang perwakilan masyarakat untuk mengikuti uji publik sebelum pengesahan kebijakan tentang protokol kesehatan saat new normal diberlakukan.

(psp/tst/sut/arh)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER