Info Corona sampai Visa Negara ASEAN di Situs VisitSEAsia

CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2020 12:30 WIB
Tourists visit Angkor Wat temple in Siem Reap province on March 5, 2020. - The deadly COVID-19 novel coronavirus epidemic will cost world tourism at least $22 billion owing to a drop in spending by Chinese tourists, the head of the World Travel and Tourism Council said on February 27. (Photo by TANG CHHIN Sothy / AFP) Suasana du Kuil Angkor Wat di Sieam Reap, Kamboja, pada 27 Februari 2020. (AFP/TANG CHHIN SOTHY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah menjalani masa karantina di rumah selama berminggu-minggu, tentu banyak orang yang sudah tak sabar untuk liburan, baik ke luar kota atau ke luar negeri.

Hingga saat berita ini ditulis pada Selasa (9/6), perjalanan tanpa alasan darurat, seperti wisata, ke luar kota maupun luar negeri masih ditangguhkan. Tampaknya turis Indonesia masih perlu bersabar hingga beberapa bulan ke depan.

Bagi yang berencana liburan ke negara-negara ASEAN, saat ini ada situs satu pintu untuk informasi pandemi virus corona dan wisata di 10 negara ASEAN bernama visitseasia.travel.


Melalui situs ini, turis bisa mengetahui informasi terkini mengenai penanganan kasus COVID-19 di tiap negara ASEAN berikut prosedur berkunjung ke sana.

Tak hanya Indonesia, situs tersebut juga secara lengkap menyediakan informasi dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, hingga Kamboja.

Menu di dalam situs visitseasia.travel juga terbilang mudah dijelajahi.

Contohnya saat mengklik Vietnam, pengunjung situs langsung disuguhkan informasi jumlah kasus virus corona, nomor telepon penting, sampai rekomendasi kegiatan wisata dan cara mengurus visa turis.

Situs tersebut lahir dari kesepakatan pertemuan menteri-menteri pariwisata di tiap negara ASEAN yang bertajuk 'Special Meeting ASEAN Tourism Ministers' pada 29 April 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf Agustini Rahayu selaku Focal Point Crisis Communication, menyampaikan bahwa Indonesia dalam penanganan COVID-19 di sektor pariwisata berpedoman pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2019 tentang Manajemen Krisis Kepariwisataan.

"Pemerintah Indonesia menyediakan situs covid19.go.id yang dikelola oleh Gugus Tugas Nasional sebagai sumber resmi data COVID-19 Indonesia. Sedangkan untuk perkembangan penanganan COVID-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyediakan microsite pedulicovid19.kemenparekraf.go.id," kata Agustini Rahayu, seperti yang dikutip dari keterangan resmi Kemenparekraf pada Senin (8/6).

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]