Karantina Corona, Produksi Sampah Rumah Tangga Melonjak

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/06/2020 14:12 WIB
Domestic waste for compost from fruits and vegetables. Woman  throws garbage. Masa karantina berdampak pada peningkatan sampah rumah tangga. Masyarakat diminta lebih bijak dalam mengontrol sampah. (iStockphoto/Mukhina1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa karantina membuat banyak aktivitas dilakukan di rumah. Hal ini secara otomatis berdampak pada peningkatan sampah rumah tangga.

"Dari sudut jumlah, bebannya [sampah] memang banyak di rumah tangga," ujar ahli teknologi lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Enri Damanhuri dalam webinar bersama Danone-Aqua, Kamis (11/6).

Peningkatan beban sampah rumah tangga ini mencerminkan masyarakat yang tak bijak dalam mengelola sampah. Enri mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak mengontrol sampah.


Enri mengatakan bahwa setiap rumah tangga harus benar-benar memperlihatkan apa yang dikonsumsi, terutama ihwal jumlah. Pasalnya, konsumsi berlebih kerap berujung pada keputusan untuk membuang barang atau bahan pangan.

"Apa yang enggak bisa kita tahan di rumah, kita buang dengan bijak. Kalau bisa ditahan di rumah, kenapa harus dibawa ke tukang sampah," kata Erni.

Sementara itu, saat sampah rumah tangga menumpuk, sampah-sampah yang berasal dari area publik justru berkurang drastis.

Menurut Erni, hal ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas atau kegiatan komersial hingga 60 persen. Aktivitas di mal, toko, dan swalayan yang selalu sibuk beralih pada aktivitas yang dilakukan di rumah.

Untuk mengurangi sampah rumah tangga, mengutip Martha Stewart ada beberapa hal yang bisa dilakukan.


1. Rencanakan makanan
Makanan sisa bisa menjadi masalah besar dalam rumah tangga. Bukan cuma soal sampah bahan pangan tapi juga sampah makanan sisa yang tak termakan.

Rencanakan jadwal dan resep makanan yang Anda inginkan. Ini akan membantu Anda untuk mengurangi sampah dan makanan sisa. Boleh saja mencoba berbagai resep makanan populer namun tetap rencanakan apa yang akan dibuat hari ini sehingga makanan tak terbuang percuma.

2. Manfaatkan bagian yang tak terpikirkan
Ketika melihat brokoli, bagian mana yang Anda masak? biasanya bagian bunganya. Begitu pula dengan seledri, biasanya hanya daunnya yang dipakai dan batang dibuang.

Bagian-bagian tersebut masih bisa dipakai untuk bahan makanan. Anda hanya harus berpikir sedikit kreatif untuk memanfaatkannya. Gunakan batang brokoli muda untuk tumisan atau salad, akar daun bawang yang sudah dibersihkan untuk bumbu kaldu. Atau Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai cikal bakal tanaman hidroponik.

3. Kurangi penggunaan plastik
Berapa banyak dari Anda yang memanfaatkan waktu untuk belanja online? Kardus-kardus bekas dan plastik pembungkus bisa dimanfaatkan untuk tempat penyimpanan atau kardus daur ulang.

Jika berbelanja ke supermarket jangan lupa bawa kantong belanja sendiri agar kantong plastik tak menumpuk di rumah.


(els/asr)

[Gambas:Video CNN]