New Normal, Absennya Fitting Room sampai Fashion Show Virtual

CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2020 17:37 WIB
Audience watching model on catwalk at fashion show, low section Ilustrasi: Beberapa perubahan diprediksi terjadi di dunia fesyen dan mode, di antaranya ketidaan ruang ganti dan pagelaran busana secara virtual. (Foto: Istockphoto/Image Source)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki masa transisi menuju new normal atau normal yang baru di tengah pandemi virus corona, dunia fesyen dan mode mengalami perubahan kebiasaan. Salah satu yang diperkirakan bakal hilang adalah keberadaan bilik ganti atau fitting room.

Prediksi itu diutarakan perancang busana, Musa Widyatmojo merespons kemungkinan perubahan tren dunia mode di tengah wabah. Ia menjelaskan, umumnya sebelum membeli baju ada kebiasaan untuk mencobanya di bilik ganti atau fitting room butik maupun mal.

Tapi karena penyebaran virus corona dan potensi menetapnya virus di permukaan pakaian maka boleh jadi kebiasaan itu tak akan lagi ada.


"Misalnya seperti di department store, kita biasanya fitting [sebelum memberi pakaian], sekarang new normal-nya adalah tidak ada lagi fitting room. Customer tidak boleh mencoba baju karena bisa saja menjadi sarana [penularan] virus," tutur Musa dikutip dari Antara.


Serupa diperkirakan terjadi dalam persiapan pagelaran busana atau fashion show. Musa memprediksi bakal ada fase berbeda memasuki normal baru ini.

Absennya ruang ganti atau fitting room ini telah diterapkan di sejumlah butik di New York, Amerika Serikat. Kebiasaan menjajal pakaian kemudian dialihkan ke opsi "window shopping" melalui platform digital.

Selain mengubah kebiasaan konsumen, konsep pergelaran busana pun kelak bukan tak mungkin berganti rupa jadi helatan virtual. Musa memprediksi konsep ini akan mulai diperkenalkan dan dilakukan oleh rumah-rumah mode dunia.

Menurut desainer yang sudah 30 tahun berkecimpung di dunia fesyen Tanah Air tersebut, fashion show virtual merupakan perubahan yang tak terelakkan menyusul dampak pandemi Covid-19 ini.


Ia berharap, fashion show virtual dapat mengembalikan esensi dari perhelatan tersebut di antaranya untuk memperkenalkan produk, brand, juga mempererat hubungan bisnis antara produsen dan klien (konsumen).

"Itu penyesuaian yang harus terjadi. Melakukan fashion show juga harus sesuai kemampuan brand, bukan hanya sebagai social event, melainkan business (fesyen itu sendiri)," kata Musa melanjutkan.

Sejumlah fashion show virtual pun akan segera dihelat. Beberapa di antaranya adalah Hermes yang akan berpartisipasi dalam Paris Men Fashion Week (5/7), dan Gucci melalui Milan Fashion Week Digital (17/7).

[Gambas:Video CNN]

(Antara/NMA)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK