3 Faktor Pemicu Alergi yang Bikin Anda Sering Bersin di Rumah

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/06/2020 06:04 WIB
Asian Women In Satin Nightwear Feeling Unwell And Sneeze Against White Background, Dust Allergies, People Caught Cold And Allergy Ilustrasi. Diam di rumah bukan berarti bebas dari gejala pilek, bersin, dan batuk serupa Covid-19. Ada beberapa faktor yang bisa memicu reaksi alergi di rumah. (Istockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pada masa pandemi virus corona saat ini, rumah boleh jadi tempat paling aman. Namun, diam di rumah bukan berarti membuat Anda benar-benar bebas reaksi alergi seperti batuk atau bersin.

Apakah Anda mengalami gejala seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, tekanan pada sinus, dan sakit kepala? Jika iya, berarti ada yang salah dengan rumah Anda.

Ahli alergi Purvi Parikh mengatakan bahwa ada tiga pemicu alergi yang patut dieliminasi dari rumah. Berikut mengutip Pop Sugar.

1. Tungau debu


Disebut tungau debu karena ukurannya begitu kecil sehingga untuk melihatnya Anda harus menggunakan mikroskop. Tungau debu (dust mites) merupakan keluarga kutu dan laba-laba. Mereka berkembang di lingkungan yang hangat dan lembap.

Meski ukurannya kecil, tungau debu bisa memicu reaksi alergi seperti demam, sakit kepala, bersin, pilek, mengi, dan sulit bernapas. Gejala-gejala ini tak jauh berbeda dengan keluhan yang dialami pasien Covid-19.

Parikh menyarankan untuk sering membersihkan debu, mengeluarkan karpet dan permadani, juga seprai. Tanpa sadar, lokasi-lokasi ini menjadi habitat bagi tungau.

2. Jamur

Pernah mengalami kebocoran? Kebocoran, sebut Parikh, bisa jadi pemicu pertumbuhan jamur yang bisa mendorong reaksi alergi.


Parikh merekomendasikan untuk memasang filter HEPA (high efficiency particulate air) di rumah. Cara ini bakal menghilangkan jamur yang mungkin sudah menumpuk dari waktu ke waktu.

Selain itu, Anda juga bisa memasang dehumidifier, membuang buku dan koran bekas, menjaga tanaman organik tetap bersih sehingga mencegah batuk, mata gatal, dan gejala asma.

3. Bulu hewan

Bulu hewan juga bisa memicu reaksi alergi. Selain bulu hewan, air liur, urine, atau keringat hewan peliharaan juga bisa memicu reaksi. Keberadaan hewan bisa memicu bersin, hidung berair, mata gatal, hidung tersumbat, batuk, dan membuat sulit tidur.

Parikh menyarankan membatasi waktu bagi hewan-hewan kesayangan untuk bermain di kamar atau area-area privat Anda di rumah. Sering membersihkan kamar juga dapat membantu mengurangi gejala alergi.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK