Re-open EU, Situs Info Perjalanan ke Uni Eropa kala Pandemi

CNN Indonesia | Rabu, 17/06/2020 11:06 WIB
A woman relaxes among daffodils in unseasonably warm weather in St James's Park in London on February 22, 2019. (Photo by Tolga Akmen / AFP) Ilustrasi. Pengunjung Taman St James di London, Inggris, terlihat sedang menikmati matahari yang bersinar hangat. (Tolga Akmen / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bisakah saya pergi berlibur ke Spanyol? Apakah saya akan menjalani karantina sesampainya dan sepulang dari sana? Sudahkah museum dan restoran dibuka kembali?

Mulai Senin (15/6), ketika negara-negara anggota Uni Eropa mempercepat pembukaan kembali perbatasan mereka, pertanyaan turis akan dijawab oleh situs web resmi Uni Eropa.

Dikutip dari AFP, melalui situs Re-open EU atau reopen.europa.eu, para pelancong dapat memasukkan nama negara yang mereka harap untuk kunjungi dan mencari tahu aturan yang diberlakukan setelah lockdown virus corona.

Situs yang tersedia dalam 24 bahasa sejauh ini baru mencakup 27 negara anggota Uni Eropa - tidak ada informasi untuk Inggris atau empat anggota non-Uni Eropa dari zona perjalanan Schengen.

Seorang penduduk Perancis, misalnya, dapat berkonsultasi dengan situs tersebut untuk mengetahui informasi mengenai jalur kereta cepat ke Luksemburg.

Jika dia ingin pergi ke Austria maka situs memberitahukan bahwa ia wajib mengenakan masker di kereta, dan sebelum terbang pulang ke Prancis ia harus memberikan pernyataan resmi tidak memiliki gejala virus corona.

Informasi dalam situs dan aplikasi Re-open EU akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan pandemi virus corona di dunia.

Sebagian besar negara Uni Eropa membuka kembali perbatasan internal untuk negara anggota pada Senin, tetapi aturan jarak sosial sangat bervariasi di setiap negara dan beberapa negara terus membatasi kedatangan dari daerah berisiko tinggi.

Hingga saat ini turis Indonesia belum bisa mendatangi negara-negara Uni Eropa.

Sirus VFS Global yang menjadi pusat pembuatan visa Schengen masih tutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"VFS Global beroperasi sesuai dengan arahan dari otoritas pemerintah pusat dan daerah dan misi diplomatik negara (yaitu Kedutaan Besar/Konsulat) pengajuan visa," tulis VFS Global dalam menu FAQ di situsnya.

"Harap dicatat bahwa bahkan setelah lockdown [di negara Uni Eropa] berakhir, VFS Global hanya dapat dibuka ketika Kedutaan/Konsulat setempat memberikan persetujuan untuk pembukaan kembali. VFS Global tidak dapat memutuskan pembukaan kembali Pusat Aplikasi Visa sepihak," lanjutnya.

Informasi mengenai situs Re-open EU bisa diketahui di sini

Informasi mengenai VFS Global bisa diketahui di sini


(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]