Estonia Luncurkan Visa Khusus untuk Pekerja Nomaden

CNN Indonesia | Rabu, 17/06/2020 15:20 WIB
Estonia Pemandangan Estonia. (iStockphoto/Visualspace)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi pekerja nomaden yang ingin mencari suasana baru setelah karantina berbulan-bulan akibat pandemi virus corona, Estonia mungkin bisa menjadi tujuannya.

Dikutip dari Lonely Planet pada Rabu (17/6), pemerintah negara Balkan itu berencana mendatangkan lebih banyak turis mancanegara dengan menyediakan visa khusus bagi pekerja nomad yang berkecimpung di dunia teknologi.

Estonia sebelumnya telah memperkenalkan program e-residency, yang memungkinkan pengusaha internasional untuk mengakses layanan digital pemerintah Estonia dan memulai bisnis di dalam Uni Eropa, tanpa harus hadir secara fisik.


Visa nomad digital nantinya memungkinkan pekerja untuk berkunjung atau tinggal di negara ini.

"Visa nomad digital akan memperkuat citra Estonia sebagai negara melek teknologi dan memberi Estonia pengaruh lebih besar di mata internasional," kata Mart Helme, Menteri Dalam Negeri, dalam pernyataannya.

Lebih dari 50 ribu orang dari 157 negara telah menjadi e-residen sejak program tersebut diluncurkan pada tahun 2014.

Visa nomad digital berupaya untuk menarik para pelancong jangka panjang yang bekerja di bidang teknologi yang akan menghabiskan pendapatan mereka di negara itu tanpa "merebut" lahan pekerjaan dari penduduk setempat.

Visa baru ini akan diluncurkan secara bertahap mulai bulan ini, dan meskipun perincian akhir masih dirembukkan, diharapkan hingga 1.800 visa akan tersedia setiap tahun untuk masa tinggal selama setahun di Estonia.

[Gambas:Instagram]

Pemerintah mengatakan bahwa aplikasi visa dari para nomaden digital akan diteliti secara menyeluruh seperti pelamar dalam kategori visa lain. Tidak ada keistimewaan saat proses pengajuannya.

Sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Jerman, Spanyol, Portugal dan Republik Ceko, menawarkan opsi visa bagi pengunjung atau pekerja lepas yang dapat membuktikan tingkat pendapatan bulanan tertentu, tetapi visa Estonia dipuji sebagai yang pertama di dunia untuk para pekerja nomaden yang waktu kerjanya mirip dengan pekerja lepas.

Perbatasan Estonia dibuka kembali untuk pengunjung Eropa pada 1 Juni, tetapi para pelancong dapat menjalani karantina jika mereka berasal dari negara dengan lebih dari 15 kasus virus corona per 100 ribu orang.

Informasi mengenai e-residency di Estonia bisa diketahui di sini

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]