Cared+ Jogja & Plesiran Jogja Bantu Lacak Pergerakan Turis

CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 13:06 WIB
Petugas Jogoboro membantu pengunjung mengisi data diri di pintu masuk kawasan Malioboro, DI Yogyakarta, Rabu (17/6/2020). Pemerintah Kota Yogyakarta mewajibkan setiap pengunjung memindai kode untuk mengisi data diri guna memudahkan proses monitor pengunjung pada masa transisi normal baru di Yogyakarta selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc. Pemerintah Kota Yogyakarta mewajibkan setiap pengunjung memindai kode untuk mengisi data diri guna memudahkan proses monitor pengunjung pada masa transisi normal baru di Yogyakarta selama pandemi COVID-19. (ANTARAFOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat platform digital Cared+ Jogja (cared-diy.jogjaprov.go.id) yang untuk memudahkan pendataan dan pelacakan wisatawan selama masa PSBB Transisi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari menjelaskan, melalui Cared+ Jogja ini, masyarakat bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan QR Code yang selanjutnya bisa digunakan sebagai sarana untuk melakukan reservasi maupun akses ke obyek-obyek wisata tertentu.

"Kami coba basisnya dengan NIK untuk penduduk Yogya. Kami juga akan kembangkan untuk penduduk yang di luar Yogya," kata Rony kepada wartawan di Kantor Dinas Pariwisata DIY, Selasa (23/6).


Menurutnya, pendataan melalui Cared+ Jogja ini akan mempermudah Pemprov dalam melakukan pelacakan, jika terjadi kasus positif di suatu tempat. Termasuk memonitor adanya kerumunan.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan aplikasi Plesiran Jogja yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan reservasi online maupun mendapatkan berbagai informasi tentang pariwisata di DIY.

"Diskominfo telah mengembangkan sistem paspor atau ID digital. Kemudian kami akan menangkap itu sebagai sebuah ID yang digunakan untuk melakukan pemesanan online," imbuhnya.

Lebih lanjut Singgih menyampaikan bahwa selama masa transisi normal baru, pihaknya melakukan uji coba pembukaan sepuluh obyek wisata di DIY secara terbatas.

"Kami lakukan uji coba terlebih dahulu. Untuk pembukaan resminya akan dilakukan oleh kabupaten/kota karena yang memiliki kewenangan destinasi mereka," tegasnya.

Meski demikian, Singgih mengaku, pihaknya belum dapat memastikan pembukaan obyek-obyek wisata di DIY, karena masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) DIY, sembari menyiapkan protokol normal baru yang akan diterapkan.

(sut/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK