Ke Taman Nasional Thailand Wajib Daftar via Aplikasi Ponsel

CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 12:02 WIB
This photo taken on April 8, 2018 shows tourists snorkelling in the water nearby Maya Bay, on the southern Thai island of Koh Phi Phi.  
Across the region, Southeast Asia's once-pristine beaches are reeling from decades of unchecked tourism as governments scramble to confront trash-filled waters and environmental degradation without puncturing a key economic driver. / AFP PHOTO / Lillian SUWANRUMPHA Teluk Maya di Pulau Koh Phi Phi, Thailand. (AFP PHOTO / Lillian SUWANRUMPHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turis yang hendak berkunjung ke 127 taman nasional di Thailand wajib mendaftarkan diri melalui aplikasi ponsel, karena salah satu protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah saat pembukaan kembali gerbang pariwisata Negara Gajah itu ialah pembatasan pengunjung dan jarak sosial.

Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand, Varawut Silpa-archa, mengatakan bahwa turis yang hendak berkunjung ke taman nasional di Thailand bisa mendaftarkan diri melalui aplikasi ponsel bernama QueQ.

Taman nasional di Thailand telah ditutup sejak akhir Maret sebagai bagian dari upaya negara mencegah penyebaran virus Covid-19.


Jumlah pengunjung di taman nasional akan dibatasi untuk mengurangi kepadatan.

Turis akan diminta untuk menggunakan fungsi check-in dan check-out di aplikasi tersebut.

Sejak 15 Juni, enam kebun binatang di Thailand telah diizinkan untuk dibuka kembali dan pengunjung diharuskan melakukan reservasi sebelum datang.

Jumlah pengunjung kebun binatang dibatasi hingga 2.000 orang per hari.

Kebun binatang diharuskan membatasi masuk hanya dua sesi. Sesi pertama pada jam 08.00 hingga 12.00, lalu sesi kedua pada jam 13.00 hingga 17.00.

Langkah ini diterapkan untuk mempersingkat jam kunjungan dan mengurangi kepadatan pengunjung.

Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand telah meminta pejabatnya untuk secara tegas mengikuti dan menerapkan langkah-langkah pengendalian Covid-19.

Varawut mendesak pejabat taman nasional untuk mengumpulkan masukan dari publik, terutama dari para tokoh masyarakat, dan menciptakan saling pengertian sebelum pihak berwenang melanjutkan rencana penataan tempat wisata demi menghindari konflik.

Dia merujuk pada kasus penghancuran gedung Perusahaan Bombay Burmah yang berusia 127 tahun di Phrae.

"Kita harus berkomunikasi dengan masyarakat setempat dan memastikan mereka mengerti mengapa kita harus melakukannya dan apa dampaknya. Kita harus mendengarkan orang-orang lokal, terutama para pemimpin masyarakat," katanya, seperti yang dikutip dari Bangkok Post pada Selasa (23/6).

"Mulai sekarang, kita harus mendorong masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam segala situasi," pungkasnya.

Pemerintah Indonesia yang berencana membuka kembali taman nasional dan taman alam mungkin bisa meniru langkah pemerintah Thailand untuk menertibkan turis melalui aplikasi ponsel.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana membuka tempat wisata alam secara bertahap hingga pertengahan Juli.

Tempat wisata alam yang diizinkan dibuka merupakan yang berada di zona hijau dan zona kuning.

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]