Cek Jadwal Buka dan Beli Tiket Masuk via Banyuwangi Tourism

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 14:17 WIB
Sejumlah pendaki menikmati suasana di puncak Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (8/12/2018). Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Timur sedang menyusun aturan baru terkait pembatasan jumlah wisatawan yang mendaki Gunung Ijen pada tahun 2019 supaya tidak melebihi daya dukung dan tampung kawasan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj. Ilustrasi. Sejumlah pendaki menikmati suasana di puncak Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan aplikasi Banyuwangi Tourism guna melayani para pelaku pariwisata dan wisatawan di masa normal baru pandemi COVID-19.

Aplikasi Banyuwangi Tourism bisa digunakan untuk membeli tiket ke objek wisata sampai mengetahui waktu buka tutup objek wisata.

"Nanti semua beli dan bayar tiket lewat online. Di aplikasi itu ada pilihan jam berkunjung, misalnya mau ke objek wisata A silakan pilih pagi, siang atau sore. Setiap waktu ada kapasitasnya, diatur kuotanya untuk menjaga jarak, dan kalau di destinasi A sudah terdaftar 100 wisatawan untuk hari Minggu jam 07:00-10:00 WIB misalnya, kalau ada orang ke-101 mau pesan tiket, otomatis tertolak," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, seperti yang dikutip dari Antara pada Kamis (25/6).


Kabupaten yang sukses menggaet penghargaan inovasi kebijakan publik dan tata kelola pariwisata dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) itu akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung objek wisata sebagai salah satu protokol kesehatan virus corona.

Melalui aplikasi Banyuwangi Tourism, pengelola sekaligus bisa membatasi jumlah pengunjung demi protokol kesehatan.

"Kalau dulu sebelum pandemi, misalnya sehari menampung 1.000 wisatawan, sekarang harus dikurangi setengahnya, itu pun harus diatur jam-jamnya di aplikasi," ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda mengemukakan tidak hanya objek wisata, atraksi wisata seni-budaya juga diatur sedemikian rupa menggunakan teknologi untuk mendukung protokol kesehatan.

Misalnya, lanjut dia, ada atraksi Tari Gandrung di Taman Gandrung Terakota, ketika kuota terpenuhi, wisatawan tak akan lagi bisa memesan tiket.

"Bahkan, agar lebih menarik, kami sedang mengatur seperti bioskop. Bisa juga pilih tempat melihat atraksinya, bisa di depan, agak ke atas sedikit, di belakang dan seterusnya. Itu semua pesan lewat online. Tapi tentu tidak semua atraksi bisa diatur seperti ini. Ini khusus untuk atraksi terjadwal dengan amfiteater yang representatif," ujarnya.

Saat ini, lanjut Anas, Pemkab Banyuwangi juga terus melakukan sertifikasi protokol COVID-19 di semua hotel, homestay, objek wisata, kafe, restoran, hingga sentra kuliner rakyat.

Pelaku usaha yang telah lolos uji protokol kesehatan akan mendapat sertifikat normal baru.

"Demikian pula pemandu wisata ada uji kompetensi protokol kesehatan, karena ke depan SDM pariwisata bukan hanya harus ramah dan kompeten, tapi juga bergaya hidup sehat dan memahami protokol A sampai Z agar semua tetap bersih, aman, sehat dan nyaman," paparnya.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video CNN]