CDC: Infeksi Virus Corona Bisa Buat Ibu Hamil Sakit Parah

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/06/2020 16:33 WIB
Close-up of pregnant woman relaxing and sitting on the side on the sofa. Holding a hands on the tummy. CDC mengungkapkan bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit Covid-19 parah dibandingkan perempuan yang sedang tidak mengandung.(Istockphoto/ Kjekol)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit Covid-19 parah dibandingkan perempuan yang sedang tidak mengandung.

Temuan ini didapat setelah peneliti menganalisis 326 ribu perempuan berusia 15-44 tahun yang positif virus corona. Laporan CDC menunjukkan lebih dari 31 persen perempuan hamil yang terinfeksi virus corona dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan 5,8 persen perempuan yang tidak hamil.

Ibu hamil yang terinfeksi virus corona juga lebih mungkin dirawat di rumah sakit, dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan memakai ventilator.


"Perempuan hamil 50 persen lebih mungkin dirawat di unit perawatan intensif dan 70 persen lebih mungkin memakai ventilator," kata peneliti CDC Sara Oliver, dikutip dari CNN.

CDC juga mendapati infeksi Covid-19 pada ibu hamil dari sejumlah ras yakni 46  persen hispanik, 22 persen kulit hitam, dan 23 persen kulit putih.

Untuk mengurangi risiko terhadap virus corona, CDC memberikan sejumlah rekomendasi.

Rekomendasi itu meliputi ibu hamil harus memenuhi perawatan pranatal, membatasi interaksi dengan orang lain sebanyak mungkin, melakukan tindakan pencegahan saat berinteraksi dengan orang lain, dan memiliki persediaan obat selama 30 hari.

"Untuk mengurangi hasil yang parah dari COVID-19 pada ibu hamil, langkah-langkah untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2 harus ditekankan, dan potensi hambatan terhadap kemampuan untuk mematuhi langkah-langkah ini perlu ditangani," kata CDC.

(ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]