Kasus Amoeba Menggerogoti Otak Manusia Merajalela di Florida

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 10:13 WIB
A sign details a police order to close the beach in South Beach, Florida, on March 19, 2020. - In response to the virus's spread, Miami Beach and Fort Lauderdale are closing down parts of their public beaches and limit the hours of operations for bars, clubs and restaurants to stifle the spread of coronavirus. (Photo by Eva Marie UZCATEGUI / AFP) Ilustrasi. Pantai South Beach di Miami, Florida, yang ditutup pada April 2020 demi mencegah penularan virus corona. (AFP/EVA MARIE UZCATEGUI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Departemen Kesehatan Florida (DOH) mencatat 143 warga yang tinggal di Florida, Amerika Serikat, terinfeksi amoeba Naegleria fowleri yang dapat menginfeksi dan menghancurkan sel saraf otak manusia.

Ke-143 kasus tersebut dihimpun sejak tahun 1962 sampai 2016. Dari ratusan kasus, hanya empat orang yang selamat.

Naegleria fowleri merupakan organisme bersel satu yang hidup di perairan hangat seperti danau, sungai, sumber air panas, serta air tanah.


Dilansir dari situs resmi Florida Health, Naegleria fowleri adalah satu-satunya spesies Naegleria yang telah teridentifikasi menginfeksi manusia.

Penularan amoeba ini tidak terjadi antar manusia atau dari makanan yang dikonsumsi, namun terjadi lewat air yang terhisap oleh hidung ketika seseorang menyelam di perairan hangat seperti danau atau sungai.

Di beberapa kasus, amoeba jenis ini juga bisa masuk dalam tubuh melalui air yang terhirup saat berenang di kolam renang minim zat klorin.

Aktivitas keagamaan yang mensyaratkan pembersihan hidung menggunakan air, di sisi lain, juga dapat menyebabkan Naegleria fowleri ada dalam badan seseorang.

Nantinya amoeba masuk ke tubuh manusia melalui hidung lalu menjalar ke otak dan sumsum tulang belakang, di mana ia menghancurkan jaringan otak yang menyebabkan penyakit primer amebic meningoencephalitis (PAM).

Menurut CDC, apabila amoeba Naegleria fowleri menginfeksi manusia maka tubuh akan menunjukkan beberapa gejala menjadi dua tahapan.

Pertama, seseorang akan merasakan sakit kepala yang parah, demam, mual, dan muntah.

Apabila infeksi tersebut tak diintervensi dengan obat maka gejala seperti leher terasa kaku, kejang, berhalusinasi, serta mengalami koma.

CDC menyatakan bahwa gejala di atas hampir mirip dengan meningitis akibat bakteri, sehingga dokter kerap kesulitan mendiagnosis meningoencephalitis atau radang otak parah akibat Naegleria fowleri.

Meski kasus infeksi Naegleria fowleri tak sering terjadi tapi langkah untuk mencegah amoeba jenis tersebut masuk dalam tubuh perlu untuk diketahui.

Departemen Kesehatan Florida pun sudah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk menghindari kegiatan berenang di air tawar, terutama ketika airnya sedang hangat.

"Efek kesehatan yang merugikan manusia dapat dicegah dengan menghindari kontak hidung dengan air, karena amoeba masuk melalui saluran hidung," tegas DOH dikutip CNN.

DOH menyarankan hindari lokasi air tawar yang di sekitarnya ada pembangkit listrik. Saat hendak berenang, warga disarankan untuk mencubit hidung mereka untuk menghindari masuknya amoeba Naegleria fowleri.

(din/ard)

[Gambas:Video CNN]