Hari Cokelat Sedunia

7 Fakta Menarik Seputar Cokelat

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 09:07 WIB
Ilustrasi Cokelat Batang Ilustrasi: Terdapat sejumlah fakta menarik seputar cokelat mulai dari pernah menjadi alat tukar oleh Suku Aztec hingga fakta cokelat putih yang rupanya bukan cokelat. (Foto: annca/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian orang menjadikan cokelat sebagai salah satu pilihan camilan saat mengalami hari-hari atau, perasaan yang buruk. Rasa manis-pahitnya mampu memikat lidah. Dengan begitu ketika suasana hati tak keruan, setidak-tidaknya ada kelezatan cokelat yang bisa jadi penghiburan.

Cokelat juga banyak digunakan sebagai penambah rasa dan aroma pada makanan maupun minuman.

Kandungan antioksidannya membuat cokelat--terutama dark chocolate--jadi rujukan makanan sehat yang juga sekaligus enak.


Tak hanya menyoal manfaat, pada Hari Cokelat Sedunia yang jatuh pada 7 Juli ini, ada sederet fakta seputar cokelat yang layak Anda simak. Mulai dari cokelat yang dianggap sebagai 'makanan para dewa' hingga, fakta bahwa ternyata cokelat putih secara teknis sebenarnya bukan cokelat.

1. Cokelat jadi 'makanan para dewa'

Kata 'chocolate' alias cokelat berasal dari kata Aztec 'xocolatl' yang berarti 'air pahit'. Melansir dari Eat This, Not That!, sebuah perusahaan cokelat asal Belgia sempat menyatakan rasa cokelat dulu sangat berbeda dengan cokelat pada masa sekarang, karena kekurangan pasokan gula di Amerika Tengah.

Menikmati cokelat seolah memberikan orang pengalaman istimewa. Tampaknya inilah yang memberikan inspirasi buat ahli botani Swedia, Carl Linnaeus untuk menamakan kakao 'Theobroma cacao'. Dalam bahasa Latin, Theobroma cacao berarti 'makanan para dewa'.

2. Cokelat sebagai mata uang suku Maya dan Aztec

Buat penduduk Maya dan Aztec, kakao begitu berharga hingga dijadikan alat tukar atau alat jual beli. Mereka biasa menukar kakao dengan makanan dan pakaian. Saat itu kakao dibuat xocoatl, minuman pahit yang dibuat dari biji kokoa panggang, air, dan rempah. Xocoatl biasa disajikan untuk para bangsawan dan ksatria.

Peran cokelat sebagai alat tukar tidak berhenti sampai di suku Maya dan Aztec. Di masa Perang Revolusi Amerika (1775-1783), cokelat kadang digunakan sebagai gaji para tentara.

Dari riset yang dilakukan perusahaan cokelat dan permen, Mars International, cokelat jadi alat pembayaran tentara karena tidak bisa busuk.

3. Cokelat memiliki lebih dari 600 komponen aroma

Tanggal 7 Juli dirayakan sebagai hari cokelat sedunia. Siapa yang bisa menolak manisnya sepotong cokelat?Ilustrasi: Cokelat memiliki lebih 600 komponen rasa yang membuat makanan ini memiliki rasa khas. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Berdasar American Chemical Society, cokelat memiliki lebih dari 600 komponen rasa. Ini yang membuat cokelat memiliki aroma yang khas. Walau sama-sama memiliki aroma yang khas, anggur merah 'hanya' mempunyai sekitar 200 komponen rasa.

Melansir dari ACS, Peter Schieberle, ahli kimia makanan, menjelaskan untuk menciptakan aroma kakao yang baik hanya memerlukan 25 komponen rasa.

4. Cokelat putih bukanlah cokelat

Meski menyandang kata 'cokelat', cokelat putih yang Anda nikmati selama ini secara teknis bukan cokelat. Melansir dari Insider, cokelat putih tidak memiliki padatan kakao yang memberikan rasa dan warna khas cokelat. Cokelat jenis ini dibuat dari cocoa butter (bagian berlemak dari biji kakao) yang memberikan tekstur halus.

Cocoa butter sebenarnya memiliki rasa tidak enak. Rasa yang Anda temukan sekarang berasal dari campuran cocoa butter dengan gula, lemak susu, dan vanila.

[Gambas:Video CNN]

5. Susu cokelat, minuman terbaik setelah olahraga

Bukan air putih atau air elektrolit yang bisa memulihkan tenaga setelah olahraga, melainkan susu cokelat. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Medicine and Sport Science menemukan susu cokelat bisa memulihkan tenaga atlet setelah latihan. Alasannya, susu cokelat tinggi kandungan protein dan karbohidrat.

6. Titik leleh cokelat tak jauh dari suhu badan

Tanpa memerlukan pemanas berarti, cokelat bakal meleleh di mulut. Mengapa?

Cokelat bakal meleleh di temperatur antara 86-90 derajat Fahrenheit (30-32 derajat Celcius). Temperatur ini tidak jauh dari suhu normal badan sehingga cokelat bakal meleleh di mulut atau di genggaman tangan Anda.

Jenis cokelat susu dan cokelat putih bakal lebih sensitif terhadap panas daripada cokelat hitam.

7. Aroma cokelat bisa menarik pembeli

Apa yang membuat Anda tertarik mampir di suatu toko? Sadar atau tidak, Anda bakal cenderung tertarik dengan lapak yang memiliki aroma cokelat.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Environmental Psychology mengamati kebiasaan belanja pelanggan di toko buku. Periset menemukan orang cenderung membeli sesuatu saat ada aroma cokelat. Periset pun menduga, aroma cokelat memberikan efek relaksasi.

[Gambas:Video CNN]

(els/NMA)