Candi Borobudur Buka Zona I, Turis Wajib Ditemani Pemandu

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 11:33 WIB
Wisatawan berada di taman Lumbini kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). Guna meningkatkan pendapatan devisa dari sektor pariwisata pemerintah terus mendorong sektor pariwisata di 10 Destinasi Super Prioritas (DSP) salah satunya candi Borobudur yang telah dibuka untuk umum pada (25/6/2020) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp. Setelah Candi Borobudur dibuka kembali pada Selasa (7/7), turis hanya bisa masuk sampai Zona I dan wajib ditemani pemandu wisata. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawasan Zona I di Candi Borobudur dibuka untuk kunjungan wisatawan mulai Selasa (7/7), setelah ditutup sejak 15 Maret 2020 untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Walau Zona I di Candi Borobudur sudah dibuka, namun pengunjung belum bisa naik ke Candi Borobudur, sehingga mereka hanya bisa menyaksikan kemegahan candi Buddha terbesar di dunia tersebut dari area halaman.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Tri Hartono mengatakan, pengunjung masih dilarang naik ke Candi Borobudur karena lorong-lorong di sana terbilang sempit sehingga menyulitkan protokol jarak sosial.


Pengunjung yang akan naik ke Zona I maksimal berjumlah 20 orang dan harus dipandu oleh seorang pemandu yang bertarif Rp100 ribu per kelompok.

"Oleh karena itu kami juga minta harus ada pemandu yang bisa menjelaskan tentang Candi Borobudur ini, meskipun pengunjung hanya di halaman paling tidak bisa menggambarkan situasi sebenarnya atau cerita relief Candi Borobudur itu," kata Tri, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (8/7).

Berdasarkan pemantauan ada pengunjung yang protes dengan kebijakan tersebut, karena merasa tidak mendapatkan penjelasan waktu pembelian tiket yang harus membayar jasa pemandu jika mau naik ke Zona I.

Namun sebagian besar pengunjung bisa menerima kebijakan tersebut, karena jika satu kelompok 20 orang maka setiap pengunjung hanya membayar jasa pemandu masing-masing Rp5.000.

Seorang pengunjung asal Tegal, Asrul mengampaikan tidak masalah dengan kebijakan untuk membayar pemandu tersebut, meskipun nilainya Rp100.000 tetapi kalau dibagi orang banyak menjadi ringan.

"Alhamdulillah hari ini Zona I sudah dibuka sehingga kami bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari dekat dan bisa berfoto bersama teman-teman meskipun tidak bisa naik candi," katanya.

Selain Zona I di Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur juga melakukan hal yang sama untuk Candi Mendut dan Candi Pawon.

Pembukaan ini berdasarkan surat dari Bupati Magelang 1 Juli 2020 tentang Izin penyelenggaraan kegiatan/usaha, BKB membuka zona I Candi Borobudur untuk kunjungan wisata.

Pembukaan tersebut tetap mematuhi surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang panduan teknis pencegahan dan pengendalian COVID-19, serta instruksi Bupati Magelang tentang pedoman persiapan menuju tatanan normal baru produktif dan aman COVID-19 di Kabupaten Magelang beserta peraturan pelaksanaannya.

"Pembukaan di Zona I karena masyarakat perlu mengenal lebih dalam tentang Candi Borobudur ini, tetapi karena kondisi pandemi COVID-19 maka protokol kesehatan tetap dilakukan, antara lain harus pakai masker, pengukuran suhu badan, tidak boleh berkerumun, menyiapkan tempat cuci tangan, dan jaga jarak," kata Tri.

(ANTARA /ard)

[Gambas:Video CNN]