Povidone-Iodine, Perlindungan Ekstra dari Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 19:08 WIB
Woman gargle in the washroom Ilustrasi: Gargle menggunakan povidone-iodine--yang terkandung dalam antiseptik--bisa menjadi perlindungan tambahan dari corona, selain protokol kesehatan umum seperti menggunakan masker dan mencuci tangan. (Foto: iStockphoto/Yagi-Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Upaya pencegahan infeksi virus corona (Covid-19) rupanya tak hanya dengan menggunakan masker, menjaga jarak fisik (physical distancing) dan mencuci tangan. Anda bisa menambah perlindungan ekstra dengan gargle (berkumur hingga ke rongga mulut bagian belakang) menggunakan povidone-iodine.

Povidone-iodine merupakan kandungan yang terdapat dalam antiseptik. Tapi mengapa gargle menggunakan povidone-iodine bisa jadi perlindungan tambahan?

Profesor Rahmi Amtha dari Satgas Covid-19 Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) menjelaskan, kebersihan diri termasuk saluran napas sangat penting dijaga di tengah pandemi. Laku tersebut perlu lantaran reservoir virus berada di dalam mulut dan hidung.


Hasil penelitian menunjukkan Covid-19 menular salah satunya melalui droplet dan aerosol. Air liur saja, mengandung konsentrasi tinggi virus corona yakni sebanyak 1,2x108 copy/mL.

"Salah satu cara menjaga higiene rongga mulut secara mekanik dan obat kumur. Studi menunjukkan bahwa PVP-I (povidone iodine) gargle efektif mengatasi SARS-Cov-2 (virus corona) sehingga dapat menjadi pilihan untuk menekan penyebaran infeksi Covid-19," jelas Rahmi dalam webinar bersama Betadine, Rabu (8/7).

Riset di laboratorium Singapura dan Malaysia membuktikan keampuhan povidone iodine mampu membunuh virus corona dalam hitungan detik.

Studi in-vitro oleh Duke-NUS Medical School, Singapura menemukan povidone iodine baik konsentrasi 10 persen, 7,5 persen, 1 persen atau 0,45 persen mampu membunuh 99,99 persen virus corona dalam 30 detik. Sedangkan studi in vitro oleh Tropical Infectious Diseases Research & Education Centre (TIDREC), Malaysia menemukan obat kumur mengandung povidone iodine 1 persen dan 0,5 persen bisa membunuh 99,999 persen virus corona dalam 15 detik.

Woman rinsing and gargling while using mouthwash from a glass, During daily oral hygiene routine, Girl in a purple silk robe, Dental Healthcare ConceptsIlustrasi: Mulut merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki reservoir virus. Karena itu menjaga kebersihan mulut di tengah pandemi virus corona ini jadi salah satu hal penting. (Foto: iStockphoto/Tharakorn)

Rahmi mengungkapkan, dalam riset-riset sebelumnya, virus corona disebut rentan oksidasi. Karena itu obat kumur yang dinilai ampuh membunuh virus adalah yang mengandung hidrogen peroksida atau povidone iodine.

Kemudian, povidone iodine juga terbukti lebih manjur membunuh virus dibanding jenis antiseptik lain, seperti chlorhexidine dan benzalkonium chloride.

"Povidone iodine ini punya 38 antimikrobisidal, bahkan dibuktikan bisa mengatasi SARS dan MERS, sekarang SARS-Cov-2, itu akan dibuktikan lagi kemampuan antivirusnya," imbuh Rahmi.

Ia pun menyarankan untuk melakukan perlindungan lebih dengan menjaga kebersihan rongga mulut dan tenggorok, utamanya bagi para tenaga medis. Gargle sangat disarankan karena cara ini mampu membuat povidone iodine menjangkau bagian belakang mulut (posterior).

Caranya, Anda berkumur terlebih dahulu selama 30 detik untuk menjangkau rongga mulut bagian depan (anterior) lalu 30 detik berikutnya di area belakang. Kepala mendongak ke belakang sekitar 45 derajat hingga berbunyi 'rrrrr'.

Kemudian, buang obat kumur dan bilas dengan berkumur menggunakan air biasa.

"Kalau enggak ada gejala, imun baik, sekali sehari. Jika berada dalam kondisi seperti risiko paparan tinggi, berada di zona tertentu karena kecenderungan bertemu OTG, disarankan pakai dalam waktu dua minggu, lalu setop, lalu dipakai lagi," Rahmi menyarankan.

"Obat kumur klaim bisa dipakai tiap hari, tapi rongga mulut ada mikroflora alami yang perlu regenerasi dan keseimbangan," jelas dia lagi.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]