Obat Corona REG-COV2 Masuk Tahap 3 Uji Klinis Manusia

tim, CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 16:47 WIB
Ilustrasi mikroskop ilustrasi: Perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan sudah masuk tahap akhir uji klinis manusia untuk menguji obat REGN-COV2 demi mencegah infeksi virus corona (Pixabay/PublicDomainPictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan sudah memasuki tahap akhir uji klinis manusia terkait obat untuk mengobati dan mencegah infeksi virus corona penyebab Covid-19.

Obat tersebut, yang dikenal dengan nama REGN-COV2, adalah kombinasi dari dua antibodi yang menghalangi "protein lonjakan" coronavirus yang digunakannya untuk menyerang sel manusia.

Perusahaan farmasi tersebut saat ini sudah masuk ke tahap 3 akhir percobaan pada manusia. Tahap 3 ini berfungsi untuk menentukan apakah obatnya dapat mencegah infeksi di antara orang yang baru saja terkena virus - misalnya melalui seseorang di rumah tangga mereka.


Percobaan ini, dijalankan bersama dengan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS, diperkirakan akan mendaftarkan 2.000 pasien di AS.

"Kami senang dapat bekerja sama dengan NIAID untuk mempelajari REGN-COV2 dalam upaya kami untuk lebih lanjut mencegah penyebaran virus dengan koktail antibodi antivirus yang dapat tersedia lebih cepat daripada vaksin," kata Presiden Regeneron George Yancopoulos dikutip dari AFP.

Pada saat yang sama, Regeneron mengumumkan akan pindah ke tahap akhir percobaan untuk menentukan kemampuan koktail obat untuk mengobati pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dan tidak dirawat di rumah sakit. Ini akan melibatkan sekitar 1.850 pasien yang dirawat di rumah sakit dan 1.050 pasien yang tidak dirawat di AS, Brasil, Meksiko, dan Chili, dengan data awal diharapkan akhir musim panas ini.

Para ilmuwan Regeneron mengevaluasi ribuan antibodi yang dipanen dari tikus yang dimodifikasi secara genetis dan dari manusia, mengidentifikasi dua antibodi yang mereka temukan paling kuat melawan virus SARS-CoV-2, sementara tidak saling bersaing atau berlawanan satu sama lain.

Perusahaan menggunakan strategi multi-antibodi untuk mengurangi kemungkinan virus akan bermutasi untuk menghindari aksi pemblokiran antibodi tunggal, sebuah pendekatan yang dirinci dalam studi terbaru di Science.

Tahun lalu, koktail tiga antibodi yang dikembangkan oleh Regeneron terbukti efektif melawan virus Ebola.

Disclaimer: penelitian ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut dan mendalam sebelum bisa ditetapkan sebagai obat untuk mengatasi infeksi corona. WHO dan kemenkes hingga saat ini belum merekomendasikan obat tertentu untuk penyembuhan Covid-19.Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
(chs)

[Gambas:Video CNN]