Mengenal Masker Berteknologi yang Dipakai Istri KSAD Andika

tim, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 14:18 WIB
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (ketiga kiri) didampingi istri Diah Erwiany (kedua kiri) tiba untuk mengikuti pelepasan jenazah dari Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso di rumah duka kawasan Bambu Apus Raya, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2020). Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso meninggal dunia usai dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, karena mengalami pendarahan otak. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. Masker transparan milik istri KSAD menarik perhatian. Apa sebenarnya masker yang dipakainya? (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masker transparan milik istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono mencuri perhatian publik. Ketika publik memakai masker kain, dia memakai masker yang berbeda.

Ditelusuri CNNIndonesia.com, masker yang pakai istri KSAD ini merupakan masker buatan Clean Space Technology seri Halo.

Tertulis dalam laman resminya, masker ini tergolong dalam respirator. Artinya kemampuan masker ini untuk menyaring partikel debu dan kotoran lain termasuk virus dan bakteri bisa jauh lebih besar. Produk ini bahkan mengklaim diri menjadi perlindungan yang lebih baik dibanding Powered Air Purifying Respirator (PAPR). 


Dalam spesifikasinya, masker ini diklaim memiliki kemampuan menyaring 99,97 persen partikel dengan ukuran mencapai 0,3 mikro, termasuk bio hazard.

"Respirator CleanSpace memanfaatkan teknologi perangkat medis terbaru untuk perlindungan dan kinerja tinggi dibandingkan respirator pelindung perawatan kesehatan tradisional. Yang penting, desain intuitif dan ergonomis, membuat pelatihan dan penggunaannya mudah dan cepat - memastikan kenyamanan dan kepatuhan dalam pengaturan layanan kesehatan di mana perlindungan tim layanan kesehatan lini pertama sangat penting," tulis Dr Alex Birrell, CEO Clean Space.

masker clean spaceFoto: Screenshot via web cleanspacetechnology.com
masker clean space

Meski ukurannya terlihat jauh lebih besar, produk ini memiliki berat 350 gram. Namun teknologi AirSensit system di dalamnya diklaim bisa membuat orang tak merasa sesak karena aliran udara yang lancar. Udara yang mengalir dari sumber udara diklaim merupakan udara yang sudah terfiltrasi sebanyak 230 L/menit selama 9 jam. Setelahnya masker tersebut harus di recharge.

Selain itu maskernya yang transparan membuat pemakai jadi lebih mudah berkomunikasi. Bahan trasnparan ini terbuat dari latex-free dan disebut tak akan membuat kacamata berkabut saat dipakai.

Dari segi kenyamanan, produk ini juga tak menggunakan tali yang dikaitkan di telinga. Untuk menahan masker respirator yang harus dilingkarkan di leher ini, mereka menggunakan pengait atau harness yang dikaitkan di kepala.

Dalam lamannya, masker berteknologi ini disebut ditujukan untuk para pekerja rumah sakit yang berhadapan dengan ancaman virus, bakteri, termasuk virus corona, atau bahan berbahaya lainnya setiap hari.

Perangkat masker seperti yang dipakai istri KSAD ini awalnya tercipta dari keprihatinan dan penelitian tim Clean Space untuk melindungi petugas kesehatan dari bahaya virus. Namun berbagai alasan termasuk ketidaknyamanan sampai efektivitas masker untuk tenaga kesehatan dianggap belum sepenuhnya memadai.

Dalam tinjauan penelitian mereka disebut bahwa ada mandat mandat yang jelas untuk rumah sakit di sekitar dunia untuk memprioritaskan peningkatan kebijakan, prosedur dan peralatan untuk APD. Secara logis ketika berhadapan dengan wabah pernapasan itu. Fokusnya adalah pada peralatan pernapasan. Dalam lingkungan saat ini, di mana skala dan besarnya wabah diperkirakan akan terjadi signifikan, sekarang ada permohonan mendesak untuk respirator yang lebih baik cocok untuk petugas kesehatan.

"Sebagian besar staf klinis dilatih dalam penggunaan APD tetapi ini perlu disegarkan secara teratur. Rumah sakit dan lembaga perlu meninjau aksesibilitas APD dan meningkatkan; mereka harus mengevaluasi peralatan baru yang meningkatkan kenyamanan, perlindungan, dan penggunaan kembali," kata Prof. Raina MacIntyre, Professor of Global Biosecurity Kirby Institute dan kepala NHMRC Centre for Research Excellence, Integrated Systems for Epidemic Response (ISER) dalam laman tersebut.

(chs)

[Gambas:Video CNN]