Puncak Menara Eiffel Dibuka Lagi Pekan Depan

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 13:23 WIB
A visitor climbs the stairs of the Eiffel Tower, in Paris, Thursday, June 25, 2020. The Eiffel Tower reopens after the coronavirus pandemic led to the iconic Paris landmark's longest closure since World War II. (AP Photo/Thibault Camus) Saat ini turis hanya bisa naik ke lantai pertama dan kedua di Menara Eiffel lewat tangga. (AP/Thibault Camus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puncak Menara Eiffel di Paris, Prancis, akan dibuka kembali pada 15 Juli 2020, kata pengelola seperti yang dikutip dari AFP pada Kamis (9/7).

Lantai pertama dan kedua telah dibuka kembali pada tanggal 26 Juni 2020 setelah penutupan menara yang terpanjang sejak Perang Dunia II.

Pembukaan tersebut secara simbolis bersamaan dengan dilonggarkannya penguncian wilayah (lockdown) Prancis.


"Siapa yang tidak ingin menatap Paris di kaki mereka, dari ketinggian 276 meter?" kata pengelola menara, Societe d'Eploitation de la Tour Eiffel, mengatakan dalam pernyataan resminya.

"Pengalaman itu bisa kembali dinikmati mulai 15 Juli 2020, hari pembukaan puncak Menara Eiffel."

Sejak pembukaan tahap awal, semua pengunjung Menara Eiffel diharuskan memakai masker wajah dan menjaga jarak aman satu sama lain, karena negara ini masih belum pulih dari epidemi yang telah merenggut hampir 30 ribu nyawa.

Nantinya puncak Menara Eiffel hanya akan menampung tidak lebih dari 250 orang sekaligus.

Lift menuju puncak Menara Eiffel juga akan beroperasi lagi.

Selagi lift tak beroperasi, pengunjung harus naik tangga menuju lantai pertama dan kedua.

Penutupan menara selama 104 hari itu membuat perusahaan kehilangan 27 juta euro dalam penjualan tiket yang hilang, dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan tidak akan kembali normal dalam waktu dekat.

Pengelola Menara Eiffel mengatakan tiga perempat pengunjung sejak pembukaan kembali berasal dari Prancis.

Menara Eiffel biasanya menerima sekitar 7 juta pengunjung setahun, sekitar tiga perempatnya dari luar negeri.

Prancis adalah salah satu negara yang paling banyak dikunjungi di dunia tetapi industri pariwisata telah terpukul keras dari lockdown dan pembatasan perjalanan internasional, dengan hotel, restoran, museum dan teater ditutup selama tiga bulan.

Prancis mencabut batasan di perbatasan Eropa pada 15 Juni 2020, dan industri pariwisata berharap wisatawan mancanegara akan mulai masuk lagi ketika musim panas dimulai.

Sementara itu, Eropa belum mengizinkan pengunjung dari Amerika Serikat, negaranya dengan jumlah kasus kematian akibat virus corona tertinggi saat ini.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]