Jenis-Jenis Tanaman Hias untuk Indoor dan Cara Merawatnya

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 08:30 WIB
Two pink lily flowers. Isolated on white background Tak semua tanaman hias bisa diletakkan dalam rumah karena risiko zat yang dikeluarkan tanaman dapat membahayakan. Berikut 6 jenis tanaman hias untuk indoor. (Foto: iStockphoto/karandaev)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanaman hias memang tengah naik daun belakangan ini, sebab dinilai mampu memberikan sentuhan magis dengan kesegaran dan bentuknya yang estetik. Oleh karenanya, pemilik rumah maupun pelaku budidaya tanaman hias wajib mengetahui jenis-jenis tanaman hias untuk indoor.

Pasalnya, pemilihan tanaman hias untuk indoor ini tidak mudah. Ada berbagai pertimbangan yang harus dihitung masak-masak, sebab beberapa tanaman memiliki atau menghasilkan zat racun yang dapat membahayakan nyawa pemiliknya jika diletakkan di dalam rumah.

Berikut jenis-jenis tanaman hias untuk indoor yang cocok dimanfaatkan untuk mempercantik sudut-sudut rumah, yang dilansir dari Small Business Trends.


1. Peace Lily

[Gambas:Instagram]

Lily merupakan tanaman jenis umbi yang memiliki bentukan bunga besar merekah. Salah satu tanaman hias dari jenis Lily yang kerap kali digunakan sebagai pemanis indoor adalah Peace Lily.

Peace lily dengan nama ilmiah Spathiphyllum wallisii ini memiliki warna putih yang menawan. Meski cara perawatan tak tergolong mudah, namun Peace Lily seakan memberikan sentuhan manis dengan segudang manfaat.

Dilansir dari Balcony Garden Web, salah satu manfaat bunga peace lily adalah untuk mengurangi spora di udara dengan cara menyerapnya. Jadi, tanaman hias untuk indoor yang satu ini, sangat cocok ditempatkan di daerah-daerah lembab.

Rumah dengan asupan matahari yang rendah seperti Rumah susun atau perkantoran, dapat mulai mengadopsi tanaman indah satu ini.

Selain itu, sebagian orang kerap meletakkan pot Peace Lily di kamar tidur, sebab dipercaya dapat memberikan aroma dan suasana relaksasi untuk membuat tidur nyenyak, serta dapat menyerap racun jahat di udara.

2. Dracaena

[Gambas:Instagram]

Tanaman hias untuk indoor yang satu ini memiliki postur tanaman yang tinggi dengan daun bercabang yang kaku dan tegak.

Tanaman ini cocok digunakan sebagai pembatas ruangan dan sangat serasi bila dipadukan dengan lantai bercorak kayu jati.

Selain itu, Dracaena memiliki berbagai jenis tanaman, dan yang paling terkenal dan kerap digemari untuk hiasan indoor adalah Warneck dracaena hingga dracena reflexa.

Melansir laporan yang diterbitkan Indian Journal of Pharmaceutical Science pada tahun 2015. Studi ini menunjukkan bahwa

Dracaena reflexa, mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berfungsi sebagai penolak radikal dan bertindak sebagai senyawa antioksidan yang baik.

3. Asparagus

[Gambas:Instagram]

Mengutip dari Southern Living, tanaman yang satu ini memiliki 150 jenis tanaman nonpangan. Selain itu, tanaman hias untuk indoor yang memiliki tingkat estetika yang baik ini, ternyata mudah mati dengan cepat bila berada di suhu yang terlalu dingin.

Oleh sebab itu pemilik harus dapat memastikan sirkulasi air yang Asparagus terima dalam wadah pot sudah cukup baik, dan yang terpenting asupan sinar matahari perlu menjadi atensi khusus dalam perawatan tanaman ini.

Asparagus paling terkenal dan digemari masyarakat di Indonesia adalah Asparagus Plumosus. Dengan bentuknya yang memiliki banyak cabang daun dan ranting, Asparagus jenis ini seolah menjadi replika pohon di Hutan Florida.

4. Succulent

sukulenSukulen menjadi salah satu jenis tanaman hias untuk indoor karena mudah perawatannya (Foto: iStockphoto/Aaron Hawkins)

Succulent atau sukulen merupakan tanaman hias hemat air paling populer akhir-akhir ini. Tanaman sukulen memiliki anatomi daun lebih tebal dan berdaging yang berfungsi untuk menyimpan air, mirip seperti kaktus.

Kaktus mini dalam pot yang didesain dengan karakter unik sedemikian rupa, turut menjadi salah satu tren yang memiliki nilai jual tinggi dan laku di pasaran.

Selain kaktus jenis sukulen lain yang dapat dijadikan budidaya tanaman hias yakni, Echeveria, Jade plant, Stonecrop, hingga aloe.

5. Lavender

Ilustrasi LavenderLavender merupakan jenis tanaman hias untuk indoor namun tetap harus mendapat sinar matahari cukup (Foto: Kaz/Pixabay)

Lavender merupakan genus tumbuhan berbunga dalam famili Lamiaceae, dan memiliki setidaknya 25 hingga 30 spesies. Asal tanaman hias yang satu ini adalah dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai India.

Melansir dari Garden Design, lavender merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk yang paling nyaman digunakan, sebab ia memiliki harus minyak atsiri pada kuncup bunganya.

Lavender juga tak rewel untuk menjadi bahan budidaya, sebab ia mampu hidup di berbagai iklim. Namun tetap saja, Lavender membutuhkan asupan matahari yang cukup, dan sirkulasi air yang memadai.

Selain itu, Lavender cocok dijadikan sebagai tanaman hias untuk indoor sebab ia memiliki warna dan bentuk bunga yang indah. Rekomendasi yang apik, pemilik rumah dapat menggantungkan lavender dalam sebuah pot ciamik di sudut ruangan atau teras rumah.

6. Monstera

Mature man caring about his plants during corona virus isolation periodMemiliki bentuk daun yang unik menjadikan monstera cocok sebagai jenis tanaman hias untuk indoor (Foto: iStockphoto/svetikd)

Monstera merupakan tanaman asli hutan tropis Amerika bagian Tengah ini memiliki bentuk daun hijau tua yang khas, bentuknya yang apik dan estetik, cocok digunakan sebagai pemanis dekorasi ruangan indoor.

Monstera juga memiliki puluhan jenis varietas. Dari puluhan varietas tersebut, setidaknya ada satu jenis tanaman yang paling sering dibudidayakan dan terkenal dari yang lainnya, yakni Monstera Deliciosa.

Di Indonesia, tanaman ini kerap dijuluki dengan sebutan 'janda bolong', sebagai salah satu tanaman hias terpopuler. Monstera juga memiliki daya tumbuh yang cepat, apalagi Monstera Deliciosa Borsigiana.

Namun, tanaman hias untuk indoor yang kekinian satu ini ternyata memiliki kandungan racun. Kalsium oksalat yang ditemukan dalam getahnya dapat menyebabkan keracunan pada orang dan binatang peliharaan jika tanpa sengaja mengunyahnya.

Gejala keracunan monstera antara lain rasa sakit dan nyeri segera setelah mengunyah daun ini disertai dengan aphonia (kehilangan suara), pelepuhan, suara serak, dan iritasi mulut.

Cara Merawat Tanaman Hias untuk Indoor

Setelah memutuskan untuk mengadopsi dan memelihara berbagai tanaman hias untuk indoor, maka pemilik perlu mengetahui beberapa tips tanam hingga perawatan.

Pasalnya, tanaman yang ditempatkan dalam ruangan, tentu akan membutuhkan perhatian khusus daripada tanaman biasa yang mudah tumbuh di lahan dan kondisi apa saja.

Melansir Nature's Path, berikut 5 tips singkat dan sederhana menanam tanaman hias untuk indoor.

Young happy brunette woman pouring water from watering can on potted plants in her home greenhouse, her little private garden.Cara merawat tanaman hias untuk indoor tak jauh berbeda dengan tanaman hias outdoor. Perhatikan pula frekuensi menyiram agar tak layu bahkan mati (Foto: iStockphoto/funebre)

1. Penyiraman minim air, lakukan minimal 2 hingga 3 kali seminggu. Teknik yang satu ini dapat membantu pertumbuhan tanaman hias untuk indoor semakin baik. Sebab, penyiraman air berlebihan dapat membuat ruang udara di tanah kelebihan air.

Padahal akar tanaman membutuhkan udara sebanyak yang mereka butuhkan, untuk menyerap air dan nutrisi.

2. Pencahayaan yang proporsional. Tanaman hias merupakan jenis tanaman yang sensitif, sehingga ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan, seperti banyaknya cahaya, penempatan tanaman hias, dan tingkat kelembapan.

Selain itu, yang perlu diingat, masing-masing jenis tanaman hias memiliki tingkat kepekaan berbeda terhadap sinar matahari. Beda jenis tanaman, berbeda pula perhatiannya dan peletakannya.

3. Atur kelembapan. Pemilik dapat meletakkan beberapa kerikil atau rumput hias pada permukaan tanah, untuk memberikan kepadatan dan mencegah udara masuk pada lubang-lubang tanah yang tak terisi.

4. Pangkas daun tua atau kering. Pemilik tanaman harus selalu peka untuk tak ragu memangkas beberapa batang atau daun yang mulai tumbuh tak sehat, selain mengurangi nilai keindahan, hal tersebut dapat membuat bagian tubuh tanaman yang lain tertular.

5. Ganti tanah secara rutin. Pemilik patut menambahkan pemeliharaan dengan mengganti tanah baru yang cukup subur dan dilengkapi dengan pupuk yang maksimal.

Nah, Jenis-jenis tanaman hias untuk indoor yang telah diulas tentunya dapat memberikan sejumput referensi bagi Anda yang ingin memulai 'kencan' dengan aktivitas budidaya tanaman hias.

Banner GIF Tips Merawat Tanaman Hias
(khr/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK