Mal Barang Bekas di Swedia yang Masuk Guinness World Records

CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 10:16 WIB
Sebuah kota di Swedia memiliki mal khusus barang bekas seluas 5.000 meter persegi dan berisi 13 toko. ReTuna telah masuk Guinness Book of World Records sebagai tempat penjualan barang bekas terbesar di dunia. (AFP/JONATHAN NACKSTRAND)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kota di Swedia memiliki mal khusus barang bekas seluas 5.000 meter persegi dan berisi 13 toko.

Mal di kota Eskilstuna, yang berjarak satu jam perjalanan dengan kereta api dari Stockholm, itu bernama ReTuna.

ReTuna menjadi salah satu cara kota Eskilstuna untuk menekan limbah yang telah ditetapkan sebagai konsep pengembangan kota sejak tahun 1990-an.


ReTuna, diresmikan pada tahun 2015, dinobatkan sebagai "pusat perbelanjaan pertama di dunia menjual barang daur ulang atau yang telah diperbaiki" oleh Guinness Book of World Records pada tahun 2020.

Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini diisi oleh toko barang elektronik, buku, mainan anak-anak, hingga perkakas rumah.

Sekitar 250 ribu sampai 300 ribu orang mengunjungi mal barang bekas ini setiap tahunnya, kata Anna Bergstrom, direktur ReTuna.

"Pengalaman belanjanya sama dengan mal konvensional, Anda bisa mencari furnitur, pakaian, bunga, barang olahraga, bahan bangunan, hampir semuanya," kata Bergstrom, seperti yang dikutip dari AFP pada Jumat (24/7).

Mal, yang punya aroma khas barang bekas, ini juga menawarkan kursus desain produk daur ulang selama satu tahun.

Kopskam

Pembelian barang bekas mengalami peningkatan di Swedia, di mana "kopskam" (rasa malu berbelanja) dan "flygskam" (rasa malu terbang) semakin membebani hati nurani penduduk Swedia.

Swedia bertujuan untuk menjadi pemimpin ekologis dengan menjadi negara netral karbon pada tahun 2045.

Pada saat itu, Eskilstuna ingin menangkap lebih banyak CO2 daripada yang dibuangnya dan tidak tergantung pada bahan bakar fosil.

Dilengkapi dengan pusat pemilahan sampah yang canggih, kota ini sudah mendaur ulang atau mengubah sebagian besar limbahnya menjadi energi.

[Gambas:Instagram]

Tetapi "konsep hijau" juga memiliki beberapa kekurangan. Mobil masih memenuhi jalanan, termasuk di tempat parkir ReTuna.

Meskipun bus-bus di pusat kota sudah beroperasi dengan biogas, "masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dioksida," kata sang Wali Kota, Jimmy Jansson.

Eskilstuna - rumah bagi divisi peralatan konstruksi Volvo dan raksasa baja stainless Outokumpu dari Finlandia - mengadopsi "Rencana Iklim 2020" pada tahun 2012 untuk menjadi kota dengan gas rumah kaca netral pada akhir dekade ini.

Pada tahun 2016 daftar "50 janji lingkungan", mulai dari pengembangan energi terbarukan hingga jalur sepeda, juga diadopsi.

Awal tahun ini, partai oposisi Green mencatat bahwa ada "sejumlah janji yang belum terpenuhi" di sana.

Mengutip kekhawatiran tentang apakah Eskilstuna mampu memiliki keseimbangan iklim, mereka meminta para pemimpin kota untuk meningkatkan upaya mereka.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]