Studi Ungkap Pasien Corona Sembuh Lebih Lama

Tim, CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 10:48 WIB
Studi baru menemukan, pasien yang terinfeksi virus corona sembuh dalam waktu lebih lama. Kondisi ini umumnya terjadi pada pasien dengan gejala ringan. Ilustrasi. Studi baru menemukan, pasien yang terinfeksi virus corona bisa sembuh lebih lama. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Buat pasien corona, sembuh belum berarti 100 persen bisa kembali beraktivitas. Sebuah studi menemukan, pasien corona sembuh lebih lama, bahkan jika tidak ada kondisi medis tertentu dan tidak dirawat di rumah sakit.

Hal tersebut ditemukan dalam penelitian teranyar yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

"Temuan ini memiliki implikasi penting untuk memahami efek dari Covid-19, bahkan pada orang dengan gejala ringan. Pemulihan bisa lebih lama, bahkan pada orang dewasa muda tanpa kondisi medis kronis," tulis CDC dalam laporan yang diterbitkan Jumat (24/7).


CDC menganalisis data dari 300 pasien berusia 18 tahun ke atas di 13 negara bagian. Pasien umumnya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala ringan dan tidak dirawat di rumah sakit. Pasien umumnya hanya memiliki satu dari sekian banyak gejala Covid-19.

Peneliti kemudian menindaklanjuti dengan proses wawancara yang dilakukan 2-3 pekan setelah diagnosis positif diberikan.

Mengutip Live Science, peneliti menemukan sekitar dua pertiga pasien pulih dan kembali ke kondisi semua dalam waktu sepekan setelah diagnosis. Namun, sebanyak 35 persen pasien mengaku belum pulih sepenuhnya selama 2-3 pekan setelah diagnosis.

Dilihat dari usia pasien, 1 dari 4 pasien berusia 18-34 tahun pulih 2-3 minggu kemudian. Namun, kondisi ini berbeda pada pasien berusia 35-49 tahun di angka 1 dari 3 dan pada usia 50 tahun ke atas mendekati 1 dari 2. Selain itu, 1 dari 5 pasien dewasa muda tanpa kondisi medis tertentu memiliki gejala yang masih menetap selama 2-3 minggu kemudian.

Studi menunjukkan pasien corona yang sembuh dalam waktu lama mengalami batuk dan kelelahan.

Kendati demikian, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan. Metode yang hanya mengandalkan laporan dari pasien membuat hasil ini memerlukan penelitian lebih lanjut.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK