Antara Ibadah Kurban dan Sedekah ke Tetangga Terdampak Corona

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 14:38 WIB
Ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak tak bisa digantikan dengan uang, lantas bagaimana jika situasi pandemi kian sulit dan orang butuh bantuan lain? Ilustrasi: Ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak tak bisa digantikan dengan uang, lantas bagaimana jika situasi pandemi kian sulit dan orang butuh bantuan lain? (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ibadah kurban setiap kali Hari Raya Idul Adha dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak tertentu pada waktu tertentu pula, yakni 10 Dzuhijjah hingga tiga hari setelahnya.

Sekretaris komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam menjelaskan, kurban yang punya misi kemanusiaan ini tergolong ibadah mahdhah karenanya tak bisa digantikan dengan uang, sekalipun ada manfaat lain yang dituju.

Kalaupun ada yang membutuhkan bantuan--misalnya kebutuhan bahan pokok--mengingat kesulitan di tengah pandemi Covid-19, maka Asrorun menyarankan bisa dipenuhi melalui sedekah.


"Kalau ternyata ada saudara kita yang paling dekat terdampak Covid-19 secara sosial ekonomi, dan mereka ada kesulitan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, maka solusinya adalah dengan sedekah, bukan dengan cara mengganti ibadah kurban ini," jelas Asrorun dalam konferensi pers secara daring bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (28/7).

Namun soal keutamaan antara membantu orang yang membutuhkan ataukah menunaikan ibadah kurban, Asrorun mengingatkan untuk mempertimbangkan pula faktor lain. Dalam situasi sulit dan tak menentu akibat wabah virus corona, umat Islam bisa menimbang mana yang lebih utama di antara kedua hal tersebut.

Prioritas bisa diputuskan dengan melihat konteks dan kondisi di lingkungan sekitar.

"Mana yang lebih utama itu maka sangat kontekstual sifatnya. Ketika ada saudara kita memang benar-benar membutuhkan hal yang bersifat basic need, maka bisa jadi mendahulukan untuk menyelesaikan kebutuhan tetangga atau saudara kita yang sangat membutuhkan, itu memiliki keutamaan daripada ibadah yang lain," terang Asrorun lagi.

Tahun ini, Idul Adha pada 10 Dzulhijjah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Sementara hari Tasyrik yang berlangsung tiga hari setelahnya atau 11, 12, 13 Dzulhijjah jatuh pada 1-3 Agustus 2020.

Pada 2020 ini umat Islam merayakan Idul Adha di tengah pandemi virus corona. Wabah virus yang mengakibatkan penyakit Covid-19 ini mulai terdeteksi di Indonesia pada awal Maret lalu.

Demi mencegah penularan dan penyebaran virus seluruh ibadah termasuk salat Id dan penyembelihan hewan kurban pun wajib dilangsungkan dengan protokol kesehatan.

(mln/NMA)

[Gambas:Video CNN]