Melihat Pentingnya Cuci Payudara untuk Ibu Menyusui

tim, CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 18:54 WIB
Kekhawatiran di masa pandemi virus corona juga menyebar kepada ibu yang masih menyusui anaknya. Perlukah cuci payudara? Kekhawatiran di masa pandemi virus corona juga menyebar kepada ibu yang masih menyusui anaknya. Perlukah cuci payudara?(Istockphoto/ Amax Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kekhawatiran di masa pandemi virus corona juga menyebar kepada ibu yang masih menyusui anaknya. Para ibu ketakutan jika mereka menularkan virus corona kepada anak-anak mereka.

Ketakutan tersebut membuat para ibu berpikiran untuk melakukan cuci payudara mereka sebelum memberi ASI?

"Tidak perlu mencuci payudara, tetapi dari segi kebersihan diri ibunya dan sekitarnya (perlu diperhatikan)," ujar Siti Rosidah dokter yang berpraktik di RSUD Koja, Tanjung Priuk, Jakarta Utara kepada Antara.


Ibu tidak perlu selalu mencuci payudara setiap sebelum memberi bayi mereka ASI.

Hanya saja, lain cerita jika sang ibu positif Covid-19, kemudian batuk dan bersin sampai mengenai payudara atau dadanya. Jika hal ini terjadi dia perlu mencuci payudaranya menggunakan sabun dan air hangat selama 20 detik sebelum menyusui, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kekhawatiran ini bukannya tak beralasan, mengingat infeksi virus yang masih terus berkembang. Namun menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal The Lancet Child and Adolescent Health pada Kamis (23/7), ibu positif Covid-19 tidak perlu khawatir aktivitas menyusui bakal menularkan virus pada bayi.

Peneliti menemukan asalkan ibu mempraktikkan protokol kesehatan, bayi akan tetap aman. Studi terbaru ini diterbitkan di jurnal The Lancet Child and Adolescent Health.

"Data kami menunjukkan penularan perinatal tidak mungkin terjadi jika tindakan pencegahan higiene yang benar dilakukan dan perawatan di dalam dan menyusui adalah prosedur yang aman ketika dipadukan dengan edukasi pada orang tua yang efektif tentang perlindungan bayi," tulis peneliti dalam laporannya.

Peneliti melakukan studi kohort observasional pada kelahiran bayi antara 22 Maret-17 Mei 2020 di tiga rumah sakit New York Presbyterian, New York City, AS. Dari sebanyak 1.481 kelahiran, ada sebanyak 120 bayi lahir dari 116 ibu positif corona.

Semua bayi diuji melalui swab test dalam waktu 24 jam setelah lahir dan tidak ada yang positif. Sebagian ibu yang pulih dari Covid-19 diizinkan pulang dan tersisa 79 bayi. Bayi pun berbagi kamar dengan ibu positif corona dengan jarak sekitar 1,8 meter.

Bayi hanya bersama ibu saat menyusui dengan protokol kebersihan seperti kebersihan tangan, selalu mengenakan masker dan payudara dalam kondisi bersih.Setelah dua minggu, bayi diuji lagi. Hasilnya, bayi negatif virus dan tidak menunjukkan gejala apapun.

"Kami berharap penelitian kami akan memberikan beberapa jaminan kepada ibu baru bahwa risiko mereka menularkan Covid-19 ke bayi sangat rendah," kata Christine Salvatore, peneliti utama sekaligus dokter anak di rumah sakit New York.

Meskipun hasilnya menggembirakan, para peneliti tetap mendorong diadakan penelitian lebih lanjut. Selama penelitian, mereka tidak melakukan tes Covid-19 pada darah, tinja dan urin karena belum mendapat persetujuan. 

Ada kemungkinan bayi telah terinfeksi di rahim tetapi proses kelahiran membantu mereka bersih dari penyakit. Peneliti pun hanya mengandalkan laporan ibu tentang praktik protokol kesehatan mereka seperti cuci tangan dan penggunaan masker.

Para pakar kesehatan termasuk Siti merekomendasikan para ibu memulai atau terus menyusui. Manfaat menyusui jauh lebih besar daripada risiko potensial untuk penularan COVID-19.

Saat ini, belum ada data yang bisa menyimpulkan transmisi vertikal COVID-19 melalui menyusui. Pada bayi, risiko infeksi COVID-19 rendah, infeksi biasanya ringan atau tanpa gejala, sementara konsekuensi dari tidak menyusui dan pemisahan antara ibu dan anak bisa signifikan.

"Sebenarnya pemberian ASI pada kondisi pandemi COVID-19 tetap wajib diberikan pada bayi 0 hari sampai dengan kurang dari satu tahun, karena kandungan gizi pada ASI itu terdapat antibodi dan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi," kata Siti.

Protokol Kesehatan saat Menyusui

Para ahli mengingatkan untuk tetap mempraktikkan kebiasaan bersih, misalnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol sebelum menyentuh bayi.

Gunakan masker saat menyusui. Pada ibu yang positif COVID-19 disarankan mengenakan masker medis, jangan lupa menggantinya segera saat masker lembap, tidak menyentuh bagian depan masker. Sementara masker kain hingga saat ini belum dievaluasi.

Young mother breastfeeding  her newborn baby boy at homeFoto: Istockphoto/tatyana_tomsickova
ilustrasi menyusui

Kemudian, jika batuk atau bersin gunakan tisu untuk menutup hidung dan mulut lalu buang tisu itu dan segeralah mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol.

"Cuci tangan dengan antiseptik (sabun antiseptik) atau sabun handrub berbasis alkohol 70 persen. Ibunya dalam keadaan bersih artinya harus mandi setiap hari," tutur Siti.

Setelah diberi ASI, Siti menyarankan bayi diberikan air putih untuk menghindari bekas ASI-nya menempel di langit-langit mulut.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]