Saint Laurent Borong 4.000 'Baju Antik' Buatannya Sendiri

tim, CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 17:29 WIB
Rumah mode mewah YSL memborong kembali 'baju antik' buatannya sebanyak 4.000 potong dari tangan seorang kolektor. Rumah mode mewah YSL memborong kembali 'baju antik' buatannya sebanyak 4.000 potong dari tangan seorang kolektor. (AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baju-baju vintage rumah mode ternama ternyata bukan cuma disukai para kolektor. Namun, dengan alasan tertentu, baju-baju koleksi lama ini juga jadi buruan si rumah mode itu sendiri. Salah satunya adalah Yves Saint Laurent. 

Sempat hit di periode 1966-1985, koleksi busana YSL vintage kembali jadi buruan. Namun bukan para kolektor yang memburunya melainkan rumah mode mewah Prancis Yves Saint Laurent (YSL) sendiri yang membelinya.

Rumah mode ini bahkan membeli baju-baju buatannya dari seorang kolektor bernama Olivier Chatenet. Setidaknya ada 4.000 busana asli YSL Vintage yang diborong dari Chatenet. Hanya saja, bukan untuk dijual kembali, tapi ada tujuan khusus mengapa baju lama ini diborong kembali.


Baju-baju tersebut akan bergabung dengan koleksi YSL lainnya sebagai arsip koleksi di Saint Laurent yang disimpan di Paris, Prancis.

"Monsieur Yves Saint Laurent membangun warisan yang sangat berharga dan merupakan sumber inspirasi tanpa akhir,"ujar Direktur Kreatif label tersebut Anthony Vaccarello dikutip dari Antara.

Mengutip WWD, ribuan potong koleksi tersebut terdiri dari mantel, gaun, jas, blus, pakaian rajut, tas, sepatu, perhiasan, syal, dan busana haute couture. Hanya saja mereka tak mengungkap berapa angka pasti pembelian tersebut.

Yang pasti, salah satu busana yang dibeli kembali adalah gaun manik-manik bernuansa Afrika yang merupakan koleksi musim semi 1967. Gaun ini dulunya milik Duchess of Windsor, Wallis Simpson.

"Saya suka gagasan bahwa koleksi ini punya kehidupan dan kegunaan baru, bukan hanya sesuatu yang saya nikmati sendiri," kata Chatenet.

"Saya sudah bersenang-senang mengumpulkan seluruh koleksi ini selama 30 tahun terakhir dan memamerkannya dalam eksibisi di Paris, Hong Kong, dan Shanghai. Ini bukan tentang kepemilikan. Saya akan selalu menyukainya, meski ini bukan milik saya lagi."

(chs)

[Gambas:Video CNN]