Kisah Penyintas Kanker Menggugah Kepedulian & Menggalang Dana

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 08:05 WIB
Penyintas kanker payudara melakukan aksi berlari 50 mil untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian akan kanker, sekaligus menggalang dana. Ilustrasi: Penyintas kanker payudara melakukan aksi berlari 50 mil untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian akan kanker, sekaligus menggalang donasi. (Foto: Dok. Padrinan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang penyintas kanker payudara, Sharael Kolberg tengah melangsungkan aksi lari 50 mil sebagai bentuk kampanye mengajak lebih banyak orang peduli terhadap penyakit ini. Tak hanya itu, Kolberg juga menggalang donasi untuk organisasi yang fokus pada isu kanker.

Kolberg secara resmi memulai penggalangan dana pada hari ulang tahunnya 11 Agustus 2020 lalu, dan akan berlanjut hingga 29 September. Penyintas kanker ini merayakan ulang tahunnya yang ke-50 melalui aksi berlari dan pertemuan lewat zoom dengan orang-orang di berbagai negara.

Ide ini sudah ia rencanakan jauh hari demi menggaet kepedulian dan kesadaran orang tentang kanker payudara. Sekaligus mengumpulkan dana untuk Susan G. Komen Orange County--sebuah organisasi berbasis di California yang mendukung penelitian dan kesadaran kanker payudara.


Mulanya rencana Kolberg tak seperti ini. Ia awalnya bermaksud berlari satu mil di setiap negara bagian, tetapi pandemi virus corona tak memungkinkan rencana ini terlaksana.

Aksi pun diubah, Kolberg bakal berlari satu mil setiap hari di rumahnya di Laguna Beach. Namun, dia akan bergabung melalui Zoom dengan pelari di negara-negara bagian lainnya setiap harinya.

Jadi ia berharap pesan ini akan tetap bisa menjangkau setiap sudut negara.

"Sebenarnya ini benar-benar proses yang menyenangkan. Saya senang saat momen ini menjadi virtual, sehingga memungkinkan lebih banyak orang luar bertemu dan bergabung. Saya senang bertemu banyak orang luar biasa melalui proses ini, dibanding jalan sendiri di setiap negara," ungkap Kolberg dikutip dari Today.

Dia memulai aksinya itu dari negara bagian tempat asalnya di California, dan bergabung dengan beberapa teman dekatnya dan lebih 40 orang lainnya di seluruh negeri.

Kolberg didiagnosis menderita kanker payudara pada Agustus 2018 lalu. Ia harus menjalani lumpektomi, kemoterapi dan radiasi. Setelah lebih 15 bulan pengobatan, Kolberg lantas dinyatakan bebas kanker.

Ia berharap dapat menggunakan penggalangan dana ini untuk menunjukkan ke penderita kanker payudara lain bahwa, masih ada cahaya di ujung terowongan.

"Saya pernah berada di posisi mereka, dan saya berharap mereka dapat melihat, melalui apa yang saya lakukan sekarang bahwa mereka juga akan segera berada di posisi saya, dan mereka akan berlari lagi," tutur Kolberg lagi.

Meskipun ia telah memiliki daftar orang-orang yang bergabung dengan aksinya dari setiap negara bagian, namun partisipasi ini masih terbuka untuk siapa saja. "Sungguh menakjubkan melihat dukungan yang diberikan semua orang kepada saya untuk memulai upaya ini," kata dia.

(NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT