Efek Alkohol pada Seks, Libido Turun sampai Gangguan Hormon

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/08/2020 21:22 WIB
Konsumsi alkohol secara moderat disebut bakal membawa pengalaman seks yang menyenangkan. Namun ada pula efek negatif konsumsi alkohol terhadap kehidupan seks. Ilustrasi: Konsumsi alkohol secara moderat disebut bakal membawa pengalaman seks yang menyenangkan. Namun ada pula efek negatif konsumsi alkohol terhadap kehidupan seks. (Foto: Daria-Yakovleva/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian orang menghubungkan alkohol dan seks dalam 'relasi' yang positif. Konsumsi alkohol dalam kadar tertentu memang membuat tubuh lebih rileks dan percaya diri. Dokter senior di Doctor 4 U, Daniel Cichi menuturkan konsumsi alkohol secara moderat akan membawa pengalaman seks yang menyenangkan. Rasa cemas, takut, tak percaya diri seolah terangkat berkat menenggak alkohol.

Akan tetapi, alkohol juga membawa dampak negatif. Dampak serius bisa Anda alami dari alkohol meski tidak secara langsung.

"Kehilangan hambatan-hambatan berkat alkohol bisa membawa Anda pada infeksi penyakit menular seksual dan kehamilan tidak direncanakan karena lupa menggunakan proteksi seperti kondom," jelas Cichi dikutip dari Netdoctor.


Selain dampak tak langsung, ada 6 dampak langsung dari konsumsi alkohol terhadap kehidupan seks Anda.

1. Menurunkan libido

Mungkin sedikit alkohol bakal membuat Anda lebih 'lepas' sehingga kadangkala memunculkan hasrat berhubungan seks. Namun kenyataannya, alkohol malah dikaitkan dengan penurunan gairah seks dan libido pada orang di semua gender. Cichi mengatakan, alkohol itu berperan sebagai depresan sehingga lebih kepada menurunkan gairah seks daripada menaikkannya.

"Alkohol berdampak negatif pada sirkulasi darah, saraf, dan pernapasan yang mana semua diperlukan untuk fungsi dan rangsangan seksual," jelas Cichi.

2. Impotensi

Disfungsi ereksi alias impotensi adalah gangguan fungsi seksual yang berhubungan dengan alkohol. Asif Muneer, konsultan urologi dan andrologi di Wellington Hospital menekankan ada kebenaran dari anggapan bahwa 'alkohol meningkatkan gairah tapi menurunkan performa'.

Dia mengungkapkan, meski konsumsi alkohol secara moderat bisa membuat hambatan berkurang dan meningkatkan rasa percaya diri, seringkali ada 'harga' yang harus dibayar. Proses ini mengorbankan pusat ereksi di otak dan mengurangi kemampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Sementara itu Cichi mengatakan konsumsi alkohol terlalu banyak bisa mengakibatkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan kadar hormon testosteron rendah sehingga terjadi impotensi jangka panjang.

"Pria juga bisa mengalami masalah menuju ereksi secara temporer karena alkohol bisa menurunkan aliran darah ke penis," imbuh dia.

3. Kekeringan pada vagina

Saat pria berhadapan dengan impotensi, perempuan akan menghadapi masalah kekeringan pada vagina. Konsumsi alkohol bisa menurunkan lubrikasi sehingga vagina kering dan sulit mencapai orgasme.

Vagina kering bisa mengakibatkan seks yang menyakitkan dan mengurangi kenikmatan. Sebaiknya gunakan pelumas saat berhubungan seks di bawah pengaruh alkohol.

Infografis Gerakan Yoga untuk Seks yang Lebih BaikFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Infografis Gerakan Yoga untuk Seks yang Lebih Baik

4. Volume testis mengecil

Muneer mengatakan, pria yang mengalami penyalahgunaan alkohol kronis bisa kehilangan volume testisnya. Saat volume testis berkurang, kadar testosteron menurun dan berpengaruh pada libido dan fungsi ereksi.

5. Kenaikan berat badan

Alkohol bisa menaikkan berat badan Anda. Pada pria, kenaikan berat badan bisa jadi masalah serius. Kadar testosteron menurun dan membuat libido turun bahkan bisa mengarah pada disfungsi ereksi alias impotensi.

6. Masalah kesuburan

Alkohol juga berdampak pada kesuburan. Namun Shabana Bora, konsultan ginekologi di The Lister Fertility Clinic menuturkan, kebanyakan informasi ini kurang memberikan bukti ilmiah.

"Studi kohort di Denmark baru-baru ini menyelidiki 1.708 wanita yang membandingkan hasil konsepsi alami dan konsepsi buatan menemukan tidak ada perbedaan hasil pada tingkat kehamilan atau kelahiran hidup pada perempuan yang minum alkohol dalam jumlah rendah hingga sedang tiap minggu," kata Bora.

Ia juga menunjuk riset dari Belanda yang meneliti konsumsi alkohol pada pria. Hasilnya, hubungan konsumsi alkohol dan kesuburan pria sangat rendah.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan untuk mengonsumsi alkohol dalam jumlah 'wajar' dan tidak membahayakan. Buat pasangan yang terbiasa menikmati alkohol, tak ada salahnya satu-dua minuman untuk melepas lelah dan stres.

Namun ada pula mereka yang sudah benar-benar ingin lepas dan fokus hidup sehat sehingga absen dari alkohol tak akan jadi soal.

(els/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK