Studi Temukan Dampak Jangka Panjang Covid-19 pada Pasien

Tim, CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 11:46 WIB
Covid-19 ditemukan mengakibatkan dampak jangka panjang terhadap pasien, seperti kerusakan paru-paru yang bertahan lama setelah pemulihan. Ilustrasi. Covid-19 ditemukan mengakibatkan dampak jangka panjang terhadap pasien, seperti kerusakan paru-paru yang bertahan lama setelah pemulihan. (AFP/ADEK BERRY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Covid-19 ditemukan dapat berdampak permanen pada tubuh dan pulih dalam waktu lama. Hal itu ditemukan dalam penelitian pendahulu yang dipresentasikan dalam Kongres Internasional Masyarakat Respirasi Eropa baru-baru ini.

Penelitian di Austria mengikutsertakan sebanyak 86 pasien Covid-19 dengan gejala parah selama April hingga Juni 2020. Peneliti mengevaluasi pasien yang telah keluar dari rumah sakit secara berkala. Evaluasi pertama dilakukan pada 6 pekan setelah keluar dari rumah sakit, evaluasi kedua dilakukan pada pekan ke-12, dan evaluasi ketiga pada pekan ke-24.

Peneliti melakukan pemeriksaan klinis, pengujian laboratorium, analisis fungsi paru-paru, CT scan, dan ekokardiogram jantung.


Pada pekan ke-6, peneliti menemukan, 65,9 persen pasien menunjukkan gejala Covid-19 yang persisten seperti sesak napas dan batuk. "Pasien mengalami sesak napas yang berlangsung selama enam pekan setelah keluar dari rumah sakit, dan terlihat membaik pada evaluasi kedua," ujar salah satu peneliti dari University Clinic Innsbruck, Austria, Sabina Sahanic, melansir CNN.

Sementara itu, dari pemeriksaan CT scan, para peneliti menemukan gangguan patologis pada sekitar 88 persen populasi penelitian. Angka tersebut menurun pada evaluasi kedua menjadi 56 persen.

Selain itu, para peneliti juga mencatat adanya disfungsi diastolik ventrikel kiri pada jantung, yang dapat menyebabkan kelainan fungsi paru-paru.

"Penyintas Covid-19 mengalami kerusakan paru-paru selama beberapa pekan setelah dinyatakan sembuh. Namun, seiring waktu, kerusakan tersebut dapat diperbaiki," kata Sahanic.

Temuan ini, lanjut Sahanic, setidaknya memberitahukan bahwa diperlukan tindak lanjut terstruktur pada penyintas Covid-19.

Namun, perlu diketahui, studi ini hanya merupakan penelitian pendahulu dan tidak dipublikasikan dalam jurnal peer-review. Penelitian juga memiliki keterbatasan, seperti jumlah sampel yang sedikit dan banyaknya peserta penelitian yang memiliki riwayat merokok. Lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengetahui apakan temuan yang sama akan muncul di antara kelompok pasien yang lebih besar dan beragam.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]