Kasus Corona Melonjak, Maladewa Memperketat Izin Masuk Turis

AFP, CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 16:49 WIB
Maladewa telah memperketat persyaratan masuk bagi wisatawan setelah terjadi lonjakan kasus infeksi virus corona di lebih dari selusin resor. Pemandangan di salah satu resor di Maladewa. (Istockphoto/SergeyChayko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maldives (Maladewa) telah memperketat persyaratan masuk bagi wisatawan setelah terjadi lonjakan kasus infeksi virus corona di lebih dari selusin resor, kata kementerian luar negeri, Rabu (2/9).

Kepulauan di Samudra Hindia itu membuka kembali pulau resor mewahnya pada pertengahan Juli setelah penguncian selama berbulan-bulan.

Saat pertama kali dibuka, Maladewa tidak mengharuskan pengunjung menjalani tes virus corona atau membawa sertifikat bebas virus Covid-19 saat memasuki negara itu.


Sejak gerbang pariwisata dibuka, 29 staf lokal dan 16 turis mancanegara dinyatakan positif virus corona di resor, kata para pejabat, di mana mereka juga diisolasi.

Di bawah pedoman baru, saat ini semua wisatawan diminta menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif pada saat kedatangan.

Pariwisata adalah penggerak ekonomi utama bagi Maladewa, surga pulau tropis yang populer sebagai tujuan wisata bulan madu dan tempat pelesir para selebriti dunia.

Pihak berwenang berharap wisatawan akan berbondong-bondong kembali ke kepulauan 1.190 pulau karang kecil itu setelah penerbangan internasional dimulai kembali.

Tetapi hanya 5.200 turis yang mengunjungi negara itu dalam sebulan sejak 15 Juli - jumlah yang tak begitu signifikan dari rata-rata 141 ribu turis per bulan di masa sebelum pandemi.

Sementara itu, Maladewa mencatat lebih dari 1.000 infeksi baru hanya dalam seminggu terakhir sehingga jumlah total kasus menjadi 8.003.

Sebagian besar infeksi sejak awal pandemi terjadi di antara pekerja migran dan penduduk lokal di ibu kota padat penduduk, Male.

Pemerintah telah memberlakukan jam malam di Male dan pulau-pulau sekitarnya yang berpenghuni sejak awal Agustus untuk menahan peningkatan tajam kasus di sana.

Sekitar 29 orang sejauh ini telah meninggal karena Covid-19 di negara berpenduduk 340 ribu orang itu.

(ard)

[Gambas:Video CNN]