Bahaya Mengoleskan Perasan Lemon ke Kulit untuk Atasi Jerawat

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 13/09/2020 14:12 WIB
Banyak orang langsung mengoleskan perasan lemon ke kulit untuk mengatasi jerawat. Alih-alih bermanfaat, cara itu justru berpotensi merusak kulit. Ilustrasi. Mengoleskan langsung perasan lemon ke permukaan kulit bisa menimbulkan efek samping yang tak diinginkan. (Raw Pixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lemon dianggap dapat membantu mengatasi jerawat. Padahal, para ahli dermatologi tidak menyarankan penggunaan perasan lemon secara topikal atau dioleskan langsung pada kulit.

Para ahli menyarankan Anda untuk berhati-hati menjalani perawatan kulit menggunakan lemon yang diracik sendiri.

"Meski lemon terdaftar sebagai bahan dalam pembersih atau serum favorit Anda, bukan berarti mengoleskannya langsung ke kulit akan memberikan manfaat yang sama," ujar ahli dermatologi Marnie Nussbaum, mengutip Byrdie.


Penggunaan lemon secara langsung jelas akan berbeda dengan produk skincare yang menggunakan bahan aktif dalam lemon. Produk skincare umumnya diformulasikan oleh para ahli kimia dengan menggunakan konsentrasi beberapa bahan yang memberikan manfaat optimal dan aman.

Perasan lemon sendiri mengandung 5-6 persen asam sitrat yang bermanfaat sebagai agen eksfoliasi agar kulit tetap bersih. Sejumlah studi menemukan bahwa asam sitrat juga berfungsi sebagai antimikroba sehingga efektif untuk melawan bakteri penyebab jerawat.

"Tingginya kadar asam menciptakan lingkungan yang tidak ramah buat bakteri. Keasaman juga punya efek menyegarkan pada kulit, membantu mengurangi produksi minyak, dan mengecilkan pori-pori," jelas Nussbaum.

Sementara itu, vitamin C dalam bentuk ascorbic acid memiliki kandungan bermanfaat sebagai antioksidan. Vitamin C juga membantu melawan hiperpigmentasi kulit akibat bekas jerawat.

Hati-hati pada Efek Samping

Meski menawarkan kandungan dan manfaat yang cukup menggiurkan, sebaiknya Anda pikir-pikir lagi sebelum mengoleskan perasan lemon pada jerawat. Perasan lemon lekat dengan risiko iritasi akibat kandungan asamnya yang tinggi.

"Kulit manusia memiliki pH 4,5-5,5, sementara lemon sekitar 2. Perbedaan ini bisa mengakibatkan rasa perih, mengelupas, dan kemerahan," kata ahli dermatologi Emily Arch.

Kondisi ini semakin parah jika asam sitrat terpapar sinar UV. Penggunaan asam sitrat tanpa mengaplikasikan tabir surya bisa mengakibatkan phytophotodermatitis (kondisi kulit seperti terbakar) dan ruam hiperpigmentasi.

Dengan kata lain, tidak ada cara aman untuk mengaplikasikan lemon buat kulit kecuali penggunaan produk dengan kandungan lemon.

"Sementara bahan asam pada lemon terlihat pas buat kulit berjerawat, mengaplikasikan lemon secara langsung pada kulit cenderung mengakibatkan efek buruk daripada efek baik," kata Arch.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]