4 Tingkatan Essential Oil, Therapeutic hingga Floral Water

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 13:15 WIB
Penawaran pelbagai manfaat essential oil terdengar menggiurkan, tapi sebelum membeli, Anda sebaiknya mengenal tingkatan minyak esensial yang dijual di pasaran. Ilustrasi: Penawaran pelbagai manfaat essential oil terdengar menggiurkan, tapi sebelum membeli, Anda sebaiknya mengenal 4 tingkatan minyak esensial yang dijual di pasaran. (Foto: iStockphoto/marrakeshh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Minyak esensial atau essential oil kini makin banyak digandrungi masyarakat. Essential oil mampu memberikan aroma menyenangkan sehingga membantu melepas stres terlebih dalam situasi pandemi Covid-19.

Anda pun bisa memilih aroma yang diinginkan menyesuaikan kondisi tubuh, semisal peppermint saat merasa seperti akan pilek atau batuk, pikiran tidak tenang sehingga perlu relaksasi dengan aroma lavender, atau perlu menaikkan mood dan agar lebih bersemangat dengan aroma lemon.

Segala manfaat dan penawaran menarik dari tiap label essential oil begitu menggiurkan. Namun Anda patut teliti sebelum membeli, sebab tidak semua essential oil yang dijual memiliki kualitas baik dan memang berfungsi sebagai essential oil.


Berikut 4 jenis tingkatan essential oil di pasaran.

1. Therapeutic Grade Essential Oil (Grade A)

Ini merupakan essential oil yang murni dibuat dari bahan alami. Melansir dari A Real Food Journey, proses pengolahan ditujukan untuk mengawetkan kinerja zat pada tumbuhan sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan.

Untuk lebih memahami hal ini, mungkin Anda bertanya-tanya alasan harga essential oil berbeda-beda di pasaran. Pembuatan essential oil dengan tingkatan therapeutic memang 100 persen bagian tumbuhan yang diperlukan misalnya, minyak cengkeh. Minyak dihasilkan dari proses penyulingan bunga cengkeh.

Batang dan daun sebenarnya juga memberikan aroma serupa tetapi kandungan eugenol tidak akan seberapa. Eugenol merupakan senyawa yang memberikan sifat antiseptik dan antiseptik pada minyak cengkeh sehingga membawa manfaat buat kesehatan.

Frangky Angelo Purnomo, BOD Tupperware Indonesia mengungkapkan bahwa untuk membuat 15 mililiter essential oil lavender, memerlukan 17 kilogram bunga lavender.

"Kalau memang oil murni, bisa dicek bahan pembuatannya. Kalau grade tinggi pakai nama latin misalnya essential oil peppermint, bahannya ya peppermint atau Mentha piperita L., itu saja," ujar Frangky dalam press launch Tupperware Premium Essential Oil pada Selasa (15/9).

2. Food Grade (grade B)

Dari namanya, essential oil ini bisa digunakan untuk keperluan pembuatan makanan. Hanya saja, ada pula yang sudah diencerkan dengan minyak pembawa atau carrier oil, bahan sintetis atau bahan kimia.

Bahkan, ada beberapa yang diberi bahan untuk meningkatkan rasa dan aroma untuk memperpanjang 'hidup' minyak.

3. Perfume Grade (Grade C)

Seperti tingkatan food grade, perfume grade juga sudah dicampur dengan bahan-bahan lain termasuk carrier oil dan bahan kimia. Bahkan konsentrasi bahan alami mungkin hanya 50 persen.

Melansir dari laman Essential Oil for Healing, pada tingkatan ini, minyak bisa saja mengandung bahan kimia tinggi sebab demi mendongkrak produksi minyak per panen.

4. Floral Water

Bisa dibilang ini tingkatan terendah essential oil. Produk ini dibuat dengan proses destilasi essential oil grade A atau therapeutic grade. Kualitas floral water ditentukan oleh bahan bakunya.

Anda bisa menemukan floral water dalam sampo atau produk beraroma lainnya.

Floral water lebih berfungsi memberikan wangi pada produk sehari-hari, bukan untuk diambil manfaatnya bagi tubuh. Namun jika floral water dibuat dari bahan sintetis bisa memberikan dampak negatif.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA