7 Aroma Minyak Esensial Terbaik untuk Kurangi Kecemasan

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 20:54 WIB
Beberapa aroma minyak esensial disebut ampuh dalam mengurangi kecemasan. Berikut daftarnya. Ilustrasi. Beberapa aroma minyak esensial disebut ampuh untuk mengurangi kecemasan. (Istockphoto/nailiaschwarz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Minyak esensial adalah cairan beraroma yang diambil dari ekstrak tanaman. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi dengan menggunakan minyak esensial dapat membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi kecemasan.

Mengutip Healthline, dengan merangsang reseptor bau di hidung, aroma minyak esensial mengirimkan pesan ke sistem saraf. Beberapa aroma bahkan disebut ampuh untuk mengurangi kecemasan.

Berikut mengutip berbagai sumber, minyak esensial yang menenangkan dan dapat mengurangi kecemasan.


1. Valerian
Velarian merupakan ramuan yang telah digunakan sejak dahulu kala. Tanaman ini mengandung senyawa yang dapat meningkatkan kualitas tidur dan menenangkan saraf. Aroma valerian juga dikenal memiliki efek sedatif ringan pada tubuh.

Tambahkan beberapa tetes minyak valerian pada diffuser dan tarik napas dalam-dalam. Cara ini perlahan membuat Anda mengantuk dan rileks.

2. Jatamansi
Minyak jatamansi dikenal pula sebagai minyak narwastu. Jatamansi digunakan dalam pengobatan ayurveda untuk menenangkan pikiran dan membantu tidur lebih berkualitas.

Sebuah studi pada tikus menemukan, jatamansi dapat meredakan depresi dengan mengurangi neurotransmitter GABA dan reseptor monoamine oxidase (MAO) di otak.

Pijatkan minyak jatamansi yang telah diencerkan ke pelipis atau dahi untuk mendapatkan efek menenangkan.

3. Lavender
Lavender adalah salah satu aromaterapi yang paling populer. Sebuah penelitian pada 2012 menyebut, aromaterapi lavender ampuh menenangkan dan mengurangi rasa cemas dengan memengaruhi sistem limbik atau bagian otak yang mengendalikan emosi.

4. Melati
Melati memiliki aroma yang khas. Sebuah studi pada 2013 menyebut, menghirup aroma minyak melati dapat meningkatkan kesejahteraan emosi.

Namun, tak seperti minyak esensial lain, minyak melati disebut dapat menenangkan sistem saraf tanpa menyebabkan kantuk.

5. Chamomile
Chamomile dikenal akan sifatnya yang menenangkan dan aromanya yang memabukkan. Sebuah penelitian telah menunjukkan, suplemen chamomile dapat bermanfaat bagi orang dengan gangguan kecemasan umum ringan hingga sedang.

6. Mawar
Minyak esensial mawar diekstrak dari kelopak mawar. Mawar dikenal dengan aromanya yang mempesona dan menenangkan indera tubuh.

Sebuah studi pada 2014 menemukan, aromaterapi mawar dapat mengurangi kecemasan pada wanita hamil selama persalinan.

7. Lemon
Minyak esensial dari kulit atau daun lemon memiliki aroma jeruk yang kaya. Sebuah studi pada 2015 menemukan bahwa paparan minyak lemon dapat menghilangkan efek cemas pada tikus.

Namun, peneliti juga mencatat, paparan berlebih minyak esensial lemon justru memberikan efek sebaliknya dan menyebabkan respons stres. Mengutip Medical News Today, Anda disarankan untuk tak terlalu banyak menggunakan minyak lemon.

Perlu dicatat pula, bahwa minyak esensial lemon dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.

Untuk mengurangi kecemasan, Anda dapat menggunakan minyak esensial dengan beberapa cara. Anda dapat memasukkan minyak ke dalam diffuser, mengoleskan minyak ke seprai atau bantal, mengoleskan minyak ke kulit (ikuti petunjuk pada label yang berlaku), dan mencampur minyak dengan air hangat untuk berendam.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)