Musik Membantu Mendengarkan Kata Hati

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 14:14 WIB
Adjie Santosoputro, praktisi mindfulness mengungkapkan bahwa mendengarkan musik bisa dijadikan latihan untuk mindfulness atau latihan kesadaran. ilustrasi mendengarkan musik (PourquoiPas/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musik bukan hanya sekadar penyemarak suasana, menghilangkan kesepian, atau menghilangkan stres. Lebih dari itu, buat Adjie Santosoputro, praktisi mindfulness mengungkapkan bahwa mendengarkan musik bisa dijadikan latihan untuk mindfulness atau latihan kesadaran.

Latihan mindfulness sebenarnya bisa dilakukan lewat menyadari napas. Latihan dasar ini mengajak Anda untuk menyadari napas yang dihirup dan dihembuskan demi menciptakan jeda dan ruang untuk hening.

Sedangkan mendengarkan musik untuk melatih mindfulness, ini bukan urusan yang sederhana. Adjie berkata selama ini mungkin sebagian orang hanya berpura-pura mendengarkan. Mengapa demikian?


Ketika mendengarkan musik, lanjut Adjie, barangkali orang hanya mau mendengarkan apa yang ingin dia dengarkan saja. Pesan dari lagu bisa tidak sampai akibat pikiran-pikiran menjerat, ada prasangka, atau kenangan masa lalu. Orang pun sekadar mendengar bukan mendengarkan. Dia menambahkan the art of listening adalah seni yang susah dilakukan.

"Orang merasa bisa dengerin padahal sebenarnya enggak mendengarkan.  Oleh karena itu kita dengarkan musik sepenuh hati, kita akan menyadari dan pelan-pelan menyadari kata hati," katanya dalam konferensi pers virtual Joox, Rabu (16/8).

Bagaimana melatih mindfulness lewat mendengarkan musik?

Adjie memberikan dua langkah untuk melakukan latihan ini.

1. Kembali ke napas

Saat mendengarkan lagu, misalnya lagu 'Saudade' milik Kunto Aji, ada decak kagum karena lagu dianggap bagus. Di sini Anda hanya mendengarkan pikiran sendiri tentang lagu 'Saudade'. Kemudian muncul pikiran-pikiran lain terkait lagu, tiba-tiba muncul gambaran masa lalu atau suatu kejadian , Anda perlu menarik kembali pikiran ke masa sekarang.

"Kembali ke napas, sadari napas, ini yang akan membuat Anda berjangkar di saat ini, di sini, kini," kata Adjie.

Disadari atau tidak banyak orang yang hanya berada di saat ini sebatas fisik, bukan pikiran dan juga hati. Akibatnya banyak orang yang merasa hari berlalu dan terbuang sia-sia tanpa bisa menikmati tiap detiknya.

2. Pikiran hanyalah pikiran

Adjie mengingatkan tiap kali muncul pikiran, memori, imajinasi, sebaiknya sadari bahwa ini hanya pikiran. Pikiran bukanlah kenyataan. "Dengan begini kita bakal bisa mendengarkan sesuatu dengan sepenuh hati, perlahan nanti peka dengan kata hati," imbuhnya.

Untuk pilihan musik, kata dia, tidak ada patokan pasti. Latihan mindfulness tidak terbatas pada musik yang menenangkan, tempo pelan atau musik yang memang khusus buat meditasi. Adjie menjelaskan ada dua pendekatan yakni music therapy yakni musik-musik yang memang diatur dengan frekuensi tertentu sehingga mempengaruhi kesehatan mental seseorang, kemudian musik yang penekanannya pada bunyi atau suara.

"Apapun lagunya, asal didengarkan dengan sepenuh hati maka itu akan membantu kita saat ini," katanya.

Mulai saat bangun tidur dengan 'slow morning'

Pagi atau saat bangun tidur jadi waktu yang pas untuk meluangkan waktu hening, jeda dan duduk diam. Adjie berkata di momen inilah Anda mulai menyadari napas, keberadaan diri, di saat ini, di sini, kini. Ajak tubuh dan pikiran untuk menyadari kenyataan seada-adanya.

Biasanya Anda seperti didesak atau dikejar untuk melakukan sesuatu. Seolah-olah semua harus dilakukan sekarang sehingga situasi ini menimbulkan stres. Sebagai antitesa, ambil waktu 5-10 menit untuk berhenti sejenak.

"Setelah itu mendengarkan musik, jalan kaki, enggak usah memaksakan diri untuk beraktivitas berat di pagi hari. Saya menyebutnya 'slow morning', menjalani pagi dengan tidak tergesa-gesa," katanya.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]