Dokter: Tak Masalah Lepas Masker saat Sendiri di dalam Mobil

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 11:58 WIB
Penggunaan masker di dalam mobil dilakukan untuk mencegah penularan dari orang lain yang berada di dalam mobil yang sama. Ilustrasi. Penggunaan masker di dalam mobil dilakukan untuk mencegah penularan dari orang lain yang berada di dalam mobil yang sama. (Istockphoto/Mykola Sosiukin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media sosial ramai dengan unggahan seorang perempuan yang mengeluhkan sanksi akibat tak mengenakan masker saat mengendarai mobil.

Unggahan itu pun memicu respons warganet. Sanksi dianggap janggal karena perempuan yang bersangkutan hanya sendiri di dalam mobil pribadinya.

Mengomentari hal tersebut, dokter spesialis paru Erlang Samoedro mengatakan bahwa tak masalah jika Anda ingin melepas masker saat sendirian di dalam mobil. Anjuran mengenakan masker di dalam mobil, lanjutnya, dilakukan untuk mencegah penularan dari orang lain yang berada di dalam mobil yang sama.


"Mengenakan masker di mobil itu untuk menghindari penularan dari orang yang ada di mobil. Kalau sendirian, sih, enggak usah. Enggak masalah sebenarnya," jelas Erlang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/9).

Namun kondisi ini berbeda ketika Anda merupakan driver taksi atau taksi online. Sekalipun masih sendirian karena belum ada penumpang, Anda diwajibkan untuk tetap memakai masker. 

"Enggak boleh lepas sama sekali. Itu kan (termasuk) angkutan umum," katanya. 

Jika di dalam mobil ada lebih dari satu orang, selain mengenakan masker, Anda juga disarankan untuk menjaga jarak. Erlang menyarankan agar Anda menjaga jarak dengan orang yang berada dalam mobil yang sama setidaknya sejauh satu meter.

Hal tersebut juga akan bergantung dengan ukuran mobil. Untuk mobil berukuran besar dan cukup luas, tak masalah jika diisi oleh tiga orang penumpang. Sedangkan untuk mobil berukuran kecil, disarankan maksimal diisi oleh dua orang.

Dalam kesempatan yang sama, Erlang juga menyarankan Anda untuk menggunakan masker kain tiga lapis. "Tidak disarankan [menggunakan masker] scuba. Itu pori-porinya besar, proteksi kecil hanya 0-5 persen, cuma satu lapis," kata dia.

DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Senin (14/9). Masyarakat dianjurkan untuk tidak keluar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak. Jika pun keluar rumah, masyarakat disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan pilihan masker. Selain masker scuba, ahli juga tidak menyarankan penggunaan buff sebagai alat pelindung diri. Keduanya hanya memiliki efektivitas mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19 sebesar 0-5 persen.

Alih-alih menggunakan masker scuba dan buff, Anda disarankan untuk menggunakan masker kain tiga lapis dengan efektivitas pencegahan mencapai 50-70 persen.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]