Studi: Atlet Penyintas Covid-19 Perlu Cek Kondisi Jantung

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 10:56 WIB
Atlet yang pulih dari Covid-19 disarankan untuk memeriksakan kondisi jantung. Studi menemukan, atlet penyintas Covid-19 mengalami peradangan pada otot jantung. Ilustrasi. Studi menemukan, atlet penyintas Covid-19 mengalami peradangan pada otot jantung. (iStockphoto/Ovidiu Dugulan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Atlet yang pulih dari Covid-19 disarankan untuk memeriksakan kondisi jantung mereka. Studi terbaru menemukan, atlet penyintas infeksi virus corona mengalami peradangan pada jantung.

Sebuah studi kecil yang dilakukan para peneliti di Ohio State University mempelajari dampak Covid-19 pada atlet. Hasilnya, mereka menemukan adanya peradangan otot jantung atau miokarditis yang dialami beberapa atlet penyintas Covid-19.

"Tujuan kami adalah untuk menyelidiki penggunaan pencitraan resonansi magnetik (MRI) jantung pada atlet yang pulih dari Covid-19 untuk mendeteksi peradangan otot jantung," tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Cardiology pada Jumat (11/9) lalu.


Peradangan pada otot jantung, lanjut peneliti, akan menempatkan atlet pada risiko tinggi jika terlalu cepat kembali menjalankan aktivitas olahraga. Miokarditis dapat melemahkan jantung dan dapat menyebabkan gagal jantung hingga kematian mendadak.

Para peneliti melakukan tes MRI jantung pada 26 atlet yang sembuh dari Covid-19 pada rentang waktu Juni-Agustus 2020. Mayoritas dari mereka merupakan atlet sepak bola, basket, dan atletik.

Sebanyak 12 atlet dilaporkan mengalami gejala menengah seperti sakit tenggorokan, sesak napas, dan demam. Sementara sisanya tak menunjukkan gejala apa pun.

Pencitraan jantung dilakukan setelah setiap atlet menjalani proses karantina selama 11 hari. Hasilnya menunjukkan, empat atlet atau sekitar 15 persen mengalami miokarditis.

Kendati demikian, penelitian ini tak memberikan gambaran apakah peradangan yang dialami atlet akibat Covid-19 ini akan sembuh dengan sendirinya atau berisiko menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa studi tersebut memiliki beberapa keterbatasan. Misalnya, peneliti tak mengetahui gambaran dasar tentang kondisi kesehatan jantung atlet sebelum terkena Covid-19.

(asr)

[Gambas:Video CNN]