Tiga Jenis Sushi yang Bikin Gemuk

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 19:33 WIB
Meski tampak sehat, beberapa sushi tak cocok untuk Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Meski tampak sehat, ada beberapa sushi yang tak cocok jika Anda sedang berjuang menunrunkan berat badan. (Istockphoto/ Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sushi biasanya dianggap sebagai makanan sehat karena tidak berlemak dan menggunakan bahan-bahan segar. Potongannya yang kecil membuat benak kita bahwa kalori makanan ini tidak seberapa ketimbang memakan ayam goreng atau lasagna.

Namun, sebagian besar tak menyadari bahwa bahaya sushi terletak pada jumlah yang dimakan.

Pasalnya, jarang ada yang berhenti memakan sushi pada satu potong saja dan justru menghabiskan seluruh potongan yang terdiri dari enam hingga delapan bagian. Padahal, sebagaimana dilansir AsiaOne, jika menggabungkan potongan-potongan tersebut, porsinya sebenarnya sama saja dengan satu mangkuk nasi.


Dan lagi, ketika memesan sushi terkadang tidak cukup pada satu varian saja.

Hal-hal tersebut bisa menjadi lebih buruk ketika pilihan sushi salah. Berikut tiga jenis sushi yang membuat gemuk.

Ebi Tempura

Satu gulung sushi ebi tempura atau berisi udang tepung dilaporkan sama dengan 500 kalori dari kebutuhan harian tubuh. Isian nasi, udang yang dilapisi tepung dan digoreng, sudah menunjukkan betapa banyaknya karbohidrat dan lemak yang terkandung.

Belut Alpukat

Belut sendiri merupakan jenis ikan berlemak. Dan alpukat merupakan buah berlemak. Gabungan antara keduanya, dapat dipastikan menjadi kombinasi sushi kaya lemak dan diperkirakan mengandung 400 kalori.

Aneka Isi

Dalam menu, sushi dengan ragam varian menjadi salah satu pilihan menarik. Semua yang diinginkan sudah ada di dalamnya mulai dari tuna, salmon, hingga udang dan alpukat.

Namun, tak disadari kenikmatan dari ragam isi serba ada ini memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih besar. Setidaknya, satu gulung menu tersebut diperkirakan memiliki sekitar 480 kalori.

(agn/stu)

[Gambas:Video CNN]